Tekan Kenaikan Harga Komoditas, Pemkot Kediri Akan Gelar Operasi Pasar Selama Bulan Puasa

Kediri, koranmemo.comPemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus melakukan upaya agar tidak terjadi gejolak inflasi pada harga komoditas saat bulan puasa hingga lebaran. Salah satunya adalah dengan melakukan operasi pasar di setiap kelurahan dimulai menjelang bulan puasa sampai selama bulan puasa.

Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri, Apip Permana mengatakan, situasi harga makanan pokok di tiga pasar di Kota Kediri sampai saat ini masih terpantau aman. Diharapkan kondisi seperti ini akan terus terjaga sampai bulan puasa nantinya.“Situasi dan kondisi harga barang utamanya sembako di 3 pasar pantau relatif setabil hanya ada 2  komonditi yang mengalami kenaikan harga yang masih dalam batas kewajaran yaitu telur dan bawang merah,” ujarnya.

Selain itu, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga pada komoditi makanan khususnya, Pemkot akan menggelar operasi pasar murni yang dilakukan selama 16 hari. Harapannya, kegiatan ini bisa menjaga harga komoditi di kalangan masyarakat Kota Kediri tercukupi sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang bisa berdampak pada tingginya tingkat inflasi.

“Pemkot dalam hal ini Disperdagin bersama TPID Kota Kediri akan menggelar oprasi pasar murni yang akan dilaksanakan selama 16 hari di 46 Kelurahan di wilayah Kota Kediri dengan komonditi beras, telur, gula dan minyak goreng dan apabila antusias warga masih tinggi dimungkinkan akan memperpanjang oprasi pasar murninya. Dengan cara seperti itu diharapkan kebutuhan bahan pokok warga kota kediri akan tercukupi,” jelasnya.

Pantauan di sejumlah pasar di Kota Kediri, ada sejumlah komoditi seperti telur dan minyak goreng yang mengalami kenaikan. Untuk harga telur, dikisaran Rp 17.500 perkilogram. Sementara untuk harga minyak goreng berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 11.000 perkilogramnya. Sedangkan, yang mengalami penurunan adalah beras, saat ini harga beras  IR64 Serang sekitar Rp 9600 per kilogram, harga beras Bramo super Rp 10.500 perkilogram, dan Bramo biasa Rp 10.000 per kilogram. Padahal sebelumnya harga beras tersebut mengalami kenaikan hingga Rp 1.000 sampai Rp 2.000 tiap kilogramnya.(adv/humaspemkot)

Reporter: Zayyin Multazam
Editor: Achmad Saichu