Tari Kolo Srenggi Asal Trenggalek Pukau Pengunjung IMF

Trenggalek, koranmemo.com – Tari Kolo Srenggi asal Kabupaten Trenggalek sukses memukau para pengunjung di ajang International Mask Festival (IMF) di Kota Solo. Gerakan atraktif dan akrobatik para penari dari Sanggar Tari Paras Sodo sukses membuat decak kagum pengunjung dalam pagelaran seni bertaraf internasional.

Joko Irianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek mengaku sangat puas dengan penampilan Kolo Srenggi yang ditampilkan oleh Sanggar Tari Paras Sodo. Sanggar tersebut merupakan binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek.”Kolo Srenggi di IMF ini ditarikan oleh 30 pelajar dari beberapa sekolah di Trenggalek dan mereka melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, buktinya berhasil menghibur dan memukau penonton,” terang Joko kepada koranmemo.com, Senin (29/10).

Dijelaskan, penampilan tari tradisional di pentas bertaraf internasional itu sebagai upaya untuk melestarikan, serta mengembangkan topeng sebagai bagian dari warisan kebudayaan Nusantara. Generasi muda, lanjut Joko sebagai ujung tombak untuk melestarikan seni dan budaya warisan nenek moyang. Jika dibiarkan dan tidak dilestarikan, seni dan budaya lambat laun bakal tergerus zaman.

“Itu salah satunya sebagai upaya untuk melestarikan serta mengembangkan topeng sebagai bagian dari warisan kebudayaan nusantara,” kata Joko. IMF diselenggarakan di Kota Solo, Jumat (26/10).

Untuk diketahui, Tari Kolo Srenggi sendiri mengisahkan tentang siluman celeng atau babi hutan yang merajai hutan di Kabupaten Trenggalek. Selain kuat dan lincah, hewan ini memiliki tubuh kebal dari senjata apapun. Dengan kesaktian yang dimiliki, siluman celeng ini dapat berubah wujud untuk mengelabui lawannya. Namun berkat bantuan seorang kesatria, siluman celeng ini berhasil dikalahkan. (adv)

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date