Target Investasi Rp 700 M

Kediri, koranmemo.com – Iklim investasi Kota Kediri di tahun 2017 ini diprediksi akan semakin membaik. Akhir 2016 lalu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Kediri mencatat investasi Kota Kediri berhasil melampaui target Rp 500 miliar, dengan mayoritas berasal dari sektor perdagangan dan jasa. Di tahun 2017 ini, Dinas PMPTSP menargetkan investasi yang masuk sebesar Rp 700 miliar.

Kepala Dinas PMPTSP, Anang Kurniawan, melalui Kasi Pelayanan dan Perizinan, Eko Nurul mengungkapkan, di awal 2017 ini, sudah ada investor yang berencana membangun satu hotel berbintang lagi di Kota Kediri. Meski masih belum berani menyebutkan detailnya, namun Eko mengatakan, hotel tersebut rencananya akan dibangun di Kelurahan Semampir. Jika tidak ada perubahan rencana, hotel itu akan memiliki 8 lantai. “Sebenarnya perizinannya sudah masuk sejak dua tahun lalu. Tapi perealisasiannya memang membutuhkan waktu cukup lama, karena terkait dengan masalah tata ruang di Kota Kediri dan lalu lintas di sana juga. Setelah itu beres, baru tahun ini sepertinya akan direalisasikan,” tutur Eko.

Eko mengungkapkan, meskipun Kota Kediri terbuka dengan investor, namun Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar telah memberikan batasan yang jelas, jenis usaha apa yang bakal diizinkan ada di Kota Kediri. Untuk hotel, mulai tahun ini, walikota hanya mengizinkan hotel berbintang masuk. Jika ada investor yang ingin membangun hotel kelas melati, tidak akan diterima. “Melihat juga bagaimana kondisi lahan Kota Kediri yang sempit dan harus berbagai dengan RTH (ruang terbuka hijau), maka investasi jenis hotel sangat dibatasi,” ungkapnya.

Selain itu, investasi untuk karaoke, toko waralaba, dan panti pijat juga sudah tidak diizinkan masuk, meskipun menurut Eko sangat banyak investor yang berminat masuk ke Kota Kediri. Apalagi tempat karaoke. Namun karena walikota merasa di Kota Kediri sudah cukup banyak tempat hiburan, maka tempat karaoke sudah tidak boleh bertambah lagi.

Lagipula, menurut Eko, sumbangan terbesar investasi di Kota Kediri sebenarnya bukan dari luar, namun dari UKM (Usaha Kecil Menengah) yang ada di Kota Kediri sendiri. Untuk itu, salah satu cara yang telah dilakukan oleh Dinas PMTSPT untuk memperkuat investor dari dalam kota adalah dengan mempermudah perizinan.

Kabid Pengembangan Iklim Investasi dan Promosi, Wahyu Hanna Herdianita mengungkapkan, adanya perizinan online yang di-launching akhir tahun lalu membuat pemkot optimistis target investasi tahun ini bisa terpenuhi. “Memang masih belum berjalan lancar, namun target kami, April nanti sudah tidak ada masalah lagi pada perizinan online-nya,” ujar Hanna. (ela)

 

Follow Untuk Berita Up to Date