Tangkal Peredaran Narkoba dengan Nobar

Nganjuk, koranmemo.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019, Rabu (26/6). Para pelajar hingga mahasiswa diajak nonton bareng (nobar) di bioskop NSC, Nganjuk, sembari menerima pemaparan terkait bahaya serta dampak buruk dari narkotika di lingkungan masyarakat.

Kepala BNNK Nganjuk, Agoes Irianto dalam sambutan mengungkapkan, HANI ini sebenarnya bukan merupakan sebuah ajang peringatan. Melainkan tanggal 26 Juni setiap tahun lebih tepat dimaknai sebagai hari keprihatinan narkoba Internasional. Ia menyebut, di Kabupaten Nganjuk yang notabene wilayah kecil ini saja peredaran narkobanya sangat luar biasa.”Di Nganjuk yang sekecil ini, narkotikanya sebelum ada UU No.35 tahun 2009 sudah seperti Aceh saja. Dulu kita pernah mengamankan mahasiswa yang menanam ganja pada dua buah pot di depan kos. Setelah kita dalami ternyata ketemu ada kebun ganja juga,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, kata Agoes, bahkan ketika pihak BNN melakukan tes urine pada siswa SMP yang terlambat sekolah, didapati 40 siswa positif mengkonsumsi narkoba. “Kita harus lebih waspada lagi. Mengingat narkoba sudah menyebar sampai ke dunia pendidikan maupun instansi pemerintahan. Bahkan, kepala desa sampai perangkatnya saja ada yang kedapatan pesta narkoba,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyampaikan, permasalahan narkoba ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih mengingat sebanyak 1.171 orang di Kabupaten Nganjuk mengidap HIV. “Perlu mendapat perhatian serius. Karena pengguna narkoba juga berpotensi terjangkit HIV,” ujarnya.

Wabup Marhaen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membuat gerakan pencegahan terhadap narkoba. Terutama untuk memerangi supaya jangan sampai masuk ke lingkungan pendidikan.

“Dalam rangka milenial sehat tanpa narkoba menuju Indonesia Emas, menuju Nganjuk maju dan bermartabat bersama Mas Novi-kang marhaen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Marhaen mengibaratkan Nganjuk “emas” haruslah layaknya emas murni 24 karat. Sehingga, jangan sampai pengaruh narkoba membuat generasi penerus menjadi tidak murni lagi. Menurutnya, faktor ketidaktahuan bisa menjadi salah satu faktor para pelajar mencoba barang haram tersebut.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat yang berperan dalam memerangi peredaran narkoba di masyarakat. Kegiatan ditutup dengan acara nonton bareng film bergenre komedi yang membuat para peserta tertawa terbahak-bahak.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date