Tangis Haru Sambut Kedatangan Jemaah Haji Nganjuk

Nganjuk, koranmemo.comSuasana haru diwarnai isak tangis keluarga pecah saat penyambutan kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Nganjuk. Keluarga yang telah menunggu sejak sore pun bergegas menuju armada bus yang membawa keluarganya ketika tiba di Pendopo Pemkab Nganjuk.

Kedatangan jemaah haji asal Nganjuk terbagi dua, yakni sebagian tiba di Nganjuk, Senin (17/9) pukul 20.00 WIB, dan sebagian lain tiba di Nganjuk, Selasa (18/9) pukul 03.00 WIB. Namun, mereka harus menunda untuk bertemu keluarganya, karena para jemaah haji harus mengikuti penyambutan oleh Pj Bupati Nganjuk, Sudjono dan pejabat Pemkab Nganjuk di pendapa.

Baru setelah selesai acara penyambutan, rasa kangen antara jemaah haji dengan keluarganya tidak dapat terbendung. Kontan, isak tangis dan haru tumpah saat berpelukan.Malam itu, baru 765 jamaah haji kloter 56 dan 62 yang tiba di Nganjuk, sekitar pukul 20.00 WIB. Yakni, 442 jamaah haji dari keloter 56 dan 62 dan 163 orang dari kloter 18 yang dipulangan. Sedang satu di antaranya meninggal dunia, dan dua lainnya masih ditinggal di tanah suci, karena sakit.

Sebagian jemaah haji mengaku terharu bercampur bahagia setelah kembali ke kampung halamannya dan kembali dapat bertemu keluarganya.  Salah satunya, dirasakan Nurhasyim, jamaah haji asal Kecamatan Pace.

Dia menceritakan, saat di tanah suci, merasakan kondisi cuaca buruk ditandai dengan angin kencang dan panas menyengat. Sedangkan ketika pulang di Indonesia, dia kembali dapat menikmati udara segar.”Di tanah suci kondisi cuaca buruk sekali, panas campur angin kencang,” ujarnya.

Menurut Kemenag Nganjuk, Taufiqurrohman, dari total jemaah haji yang pulang malam itu, ada 765 orang. Satu orang meninggal di tanah suci karena sakit, dan dua lainnya sakit dan masih dirawat di tanah suci.

Untuk kloter 62 sebanyak 321 jamaah haji tiba di Nganjuk pukul 03.00 WIB dini hari, sementara sebanyak 444 orang dari kloter 59 sudah tiba lebih dulu, pukul 20.00 WIB.

“Para jemaah haji sudah kembali di Nganjuk dengan selamat, hanya ada satu orang yang meninggal, dan dua orang yang masih dirawat di tanah suci, karena sakit juga,” jelasnya. (adv/hms pemkab)

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date