Tanggung Kerusakan Bus 50%

Armada bus Harapan Jaya Parkir di Garasi Kelurahan Jepun Kecamatan Tulungagug kemarin. (memo/Jabir)
Armada bus Harapan Jaya Parkir di Garasi Kelurahan Jepun Kecamatan Tulungagug kemarin. (memo/Jabir)

*Sopir Bus Maut Harapan Jaya Dipecat

Tulungagung, Memo-  Sopir bus Harapan Jaya,Teguh Hariyanto (39) warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren Kota Kediri yang menewaskan 7 penumpang di depan Mahmil Medaeng Waru Sidoarjo Senin (13/10), masih melarikan diri.

Selain harus menghadapi proses hukum, laki-laki yang saat ini ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) itu juga harus menanggung kerusakan bus AG 7900 UR sebesar 50 persen dan langsung dipecat.

“Kami sudah mencari Teguh ke rumahnya tapi tidak ada,” kata Manajer Personalia PO Harapan Jaya, Syamsudin saat ditemui Koran Memo di garasi Kelurahan Jepun Kecamatan Tulungagung, kemarin.

Selain ke rumah sopir, Syamsudin mengaku juga mencari Teguh ke rumah orang tuanya, di Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Namun dikatakan Teguh jarang sekali bermain ke rumah orang tunya.

Menurutnya, orang tua Teguh malah meminta perusahaan mencari ke rumah istrinya di Kecamatan Plosoklaten.     “Saya sudah ketemu istri Teguh,”kata laki-laki berkacamata itu.

Tetapi, lanjut Syamsudin, istrinya juga tidak mengetahui keberadaan suaminya. Meski Teguh menelepon istrinya jika telah mengalami kecelakaan, saat bersamaan, Kapolsek Plosoklaten juga mencari keberadaan Teguh.

Dijelaskan, upaya PO mencari Teguh untuk membantu kepolisian, karena dia harus bertanggung jawab atas insiden maut itu. Bahkan PO meminta Teguh untuk menyerahkan diri ke polisi.         “Kalau sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) lebih repot lagi,” katanya kepada keluarga Teguh.

Dia melanjutkan, sesuai dengan kontrak kerja dengan PO, jika sopir kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan kerusakaan bus, secara otomatis ikut membiayai perbaikan minimal 50 persen. Besar kecilnya bantuan perbaikan tergantung masa kerja sopir itu sendiri. Sedangkan masalah hukum, PO lepas tangan. Itu menjadi tanggung jawab sendiri sopir.

Selama ini, menurut Syamsudin, Teguh tidak mempunyai catatan menyebabkan bus kecelakaan yang menewaskan penumpang. Namun jika menyrempet kendaraan lain itu hal yang lumprah.

Terkait dengan pembinaan sopir, lanjut Syamsudin, PO tetap mengutamakan keselamatan penumpang. Selain itu, sebelum diterima menjadi sopir, PO juga mengetes keahlian untuk menyopir.

Syamsudin menjabarkan, armada bus Harapan Jaya sebanyak 190 unit, 60 persenya beroperasi di trayek Surabaya-Tulungagung-Trenggalek. Sisanya trayek Tulungagung-Bekasi, Tulungagung-Jakarta. Sedangkan jumlah sopir sekitar 225 orang dan begitu juga kondektur dan kernet masing-masing jumlahnya sama dengan sopir.

Disinggung soal penyebab kecelakaan, Syamsudin belum mengetahui secara pasti. Jelasnya, bus yang dikemudikan Teguh keluaran tahun 2012. Artinya masih layak jalan. Penyebabnya bisa karena human eror. Apalagi kabarnya itu kecelakaan tunggal. “Atas kecelakaan itu, Teguh langsung dipecat,”pungkasnya. (JB)

 

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date