Tanggulangi Difteri, Kabupaten Blitar Siap Gelar ORI 2018

Blitar, koranmemo.com – Indonesia saat ini mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Pada 2017 lalu difteri telah menyebar di 30 provinsi dan Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama penyumbang terbanyak kasus tersebut. Sementara itu, di Kabupaten Blitar jumlah kasus difteri dalam 5 tahun terakhir masih tetap tinggi.

Adanya wabah difteri ini, bahkan Gubernur Jawa Timur juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor:460/69/012.4/2018 perihal penetapan situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri di Jawa Timur.  SE ini kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh Bupati/Walikota, termasuk Bupati Blitar dengan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor:188/40/409.06/KPTS/2018 tentang Penetapan Status Kejadian Luar Biasa Penyakit difteri di Kabupaten Blitar.

Salah satu upaya untuk  menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di Kabupaten Blitar yaitu dengan melaksanakan imunisasi massal Outbreak Respons Immunization (ORI) Difteri.  Hal ini mengemuka pada kegiatan Sosialisasi Outbreak Respons Immunization (ORI) Difteri 2018 di LEC Pojok Garum, Jumat (2/2).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Miftachuddin, MM, saat membacakan sambutan Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM menyampaikan, Outbreak Respons Immunization (ORI) akan dilakukan sebanyak tiga kali dosis (putaran) dan dilakukan secara serentak pada bulan Pebruari, Juli dan Nopember 2018. ORI akan dilaksanakan pada pos-pos pelayanan imunisasi dengan sasaran anak usia 1 s/d 19 tahun di Kabupaten Blitar. Untuk itu, semua pihak diharapkan mendukung, menyukseskan kegiatan tersebut.

Miftahudin saat membacakan sambutan bupati menegaskan, bahwa seluruh camat untuk pro aktif mendukung pelaksanaan kegiatan ORI. Diharapkan dalam waktu dekat, Camat segera mengadakan Rakor Tingkat Kecamatan dengan mengundang Muspika, TP PKK Kecamatan/Desa/Kelurahan, seluruh Kepala Desa dan Kepala Sekolah. Selain itu, Camat bersama Kepala Puskesmas dan Lintas Sektor Kecamatan harus melakukan supervisi, memantau, dan mengawasi pelaksanaan imunisasi ORI Difteri di wilayahnya.

“Camat bersama kepala puskesmas juga harus memantau dan membuat laporan tentang difteri di wilayahnya,” ungkap Miftahudin yang membacakan sambutan Bupati Blitar Rijanto, Jumat (02/02).

Bupati Blitar juga menginstruksikan kepada Kepala Puskesmas untuk melaksanakan imunisasi ORI Difteri sesuai dengan Standart Operasional Prosedur. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau ada pihak yang menolak , hendaknya segera melapor kepada Camat.

Kegiatan sosialisasi Outbreak Respons Immunization (ORI) Difteri 2018 yang digelar di LEC Pojok Garum tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Blitar, Camat, Kepala Puskesmas, Anggota Forpimda, Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Blitar, Muslimat NU, Anggota Fatayat NU, Kepala OPD terkait dan Pokja Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut menghadirkan dokter Spesialis Anak, dr.Ratna, Sp.A dari RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi. (adv/hms/MRobby/AriefJP)

Reporter: M Robby/Arief JP

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.