Tampilkan Kekerasan Marsinah, Drama Teater SMA Diponegoro Diprotes

Nganjuk, koranmemo.com – Gebyar pesta kemerdekaan terus berlanjut di Kabupaten Nganjuk, salah satunya adalah pawai budaya tingkat SMP-SMA/ Sederajat. Start arak-arakan peserta menunjukkan kreatifitasnya dimulai dari pertigaan tanjung yang disambut meriah oleh penonton dan tamu undangan, namun penampilan drama teater dari SMA Diponegoro Nganjuk yang berjudul “Marsinah” justru malah mendapat komplain panitia dari Disporabud Kab Nganjuk, pada Selasa (13/8).

Penonton tampak antusias melihat persiapan penampilan teater “marsinah”, terlebih ketika pembaca sinopsis mulai menjelaskan tentang isi teater yang ditampilkan.

“Marsinah pahlawan buruh yang diakui dunia. Kita tidak boleh melupakan jasa perjuangannya, dengan mengenang perjuangannya yang gigih, berani dan rela berkorban bisa menginspirasi siswa-siswa SMA Diponegoro dalam belajar.”,tutur pembaca sinopsis SMA Diponegoro.

Pantauan koranmemo.com- Drama teater marsinah mempertunjukkan kekerasan pada penonton, terlihat pemeran sebagai majikan tidak segan-segan menarik-narik dengan tali, mencekik bahkan menendang pemeran marsinah hingga tersungkur di hadapan panitia dan tamu undangan.

Penonton tertegun melihat penampilan teater marsinah, selain karena mendengar monolog yang diucapkan pemeran marsinah dengan berteriak-teriak juga karena adegan marsinah yang mendapat siksaan. Puncaknya, ketika tendangan telak yang membuat pemeran marsinah tersungkur di hadapan panitia dan tamu undangan, menuai komplain dari Lina panitia dari Disporabud.

“Visual saja! Visual saja! Visual saja! Kekerasan ini ga boleh. Visual saja, pembulian ga boleh”, teriak Lina yang duduk bersama tamu undangan.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date