Tak Lekang Waktu, Tabuh Bedug Keliling Masih Digemari Anak-anak Saat Ramadan

Malang, koranmemo.com – Tabuh bedug saat menjelang sahur menjadi tradisi di bulan Ramadan yang sudah jarang ditemui. Namun, tradisi tersebut saat ini masih ditemui di Perumahan Joyogrand, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak bahkan para remaja untuk membangunkan warga yang melaksanakan sahur di lingkungan perumahan mereka.

Dengan menggunakan alat seadanya berupa bedug dari drum plastik bekas yang dipukul dan diiringi tabuhan beberapa galon air, alat-alat tersebut digotong menggunakan gerobak kayu oleh beberapa anak-anak di wilayah tersebut. Saking ramai dan riuhnya tabuhan serta teriakan anak-anak, warga pun bangun dari tidurnya untuk melaksanakan sahur. Ada juga yang keluar rumah melihat mereka dan memberikan saweran untuk penambah semangat mereka.

Sri Bawon Lestari, salah satu warga mengatakan, kegiatan tersebut sudah dilakukan anak-anak perumahan sini dari tahun ke tahun hingga saat ini. Dulu tabuh bedug keliling dilakukan oleh para remaja, namun saat ini kebanyakan anak-anak sekolah dasar.  “Yang remaja sudah jarang. Sekarang anak-anak SD sekitar kelas 3 SD hingga kelaa 6 SD,” ungkapnya.

Sekitar 5-10 anak berkeliling perumahan berjalan kaki dengan bagian masing-masing. Ada yang bertugas mendorong gerobak, ada yang memukul galon dan bedug drumnya dan ada yang nyanyi sambil teriak sahur sahur. “Dengan adanya mereka warga tidak merasa terganggu, sudah terbiasa dan sudah tahu. Yang penting anak-anak berkegiatan yang positif,” paparnya.

Kegiatan membangunkan sahur atau tabuh bedug keliling ini mulai dilaksanakan dari pukul 02.00 WIB dini hari dengan mengelilingi jalanan perumahan di wilayahnya. Kegiatan tersebut biasa dilakukan hingga nanti menjelang lebaran tiba.

Reporter : Yudha Kriswanto

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date