Tak Berizin, Kafe & Karaoke Disegel

Kedirikoranmemo.com – Salah satu tempat kafe dan karaoke di Jalan Penanggungan Ruko Mitos Kota Kediri disegel  petugas Satpol PP Kota Kediri, Sabtu (9/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Pemilik kafe tersebut diketahui bernama EP (36) warga Gang XI Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Selain disegel, juga dilakukan proses hukum tindak pidana ringan (tipiring), karena menjual minuman keras (miras) ilegal.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Kota Kediri, Yuni Widianto mengatakan, petugas yang melakukan pemeriksaan dan penindakan penyegelan, mendapat aduan dari masyarakat yang resah dengan aktifitas  pengelola dan pengunjung kafe. Pasalnya, selain terdapat dua room karaoke, tempat ini juga sering digunakan untuk pesta miras. “Kami sudah melakukan penyelidikan, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata petugas menemukan beberapa botol miras. Ada dua botol yang sudah dikonsumsi,” tuturnya saat dikonfirmasi koranmemo.com, Minggu (10/2).

Saat dilakukan pemeriksaan, lanjut Yuni, pemilik tidak dapat menunjukkan surat izin usaha serta surat izin untuk menjual miras. Bahkan, usaha karaoke juga tidak dilengkapi izin, dan pemilik juga tengah dalam proses hukum yang dilakukan oleh petugas Kepolisian Polres Kediri Kota dengan kasus tipiring karena diketahui menjual miras ilegal. Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, petugas menyegel 2 room serta memasang garis pembatas di kafe tersebut.

Menurutnya, petugas tetap melakukan proses hukum terkait izin usaha, namun setelah proses sidang tipiring oleh petugas Kepolisian sudah selesai. “Kami juga khawatir akan timbul tindakan yang kurang preventif dari masyarakat sekitar. Mengingat, di lingkungan tersebut dekat dengan pondok dan rumah sakit,” sahutnya.

Penyegelan ini, sambung Yuni, dilakukan sampai pemilik mempunyai surat izin usaha. Namun menurutnya, tidak serta merta diberikan surat izin jika pemilik mengajukan permohonan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh petugas yang berkerja sama dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Kediri serta Dinas Peredagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pegawai termasuk pemandu lagu yang bekerja di tempat tersebut. Sementara itu, petugas masih melakukan penyelidikan dan pendataan kepada dua pemandu lagu yang saat pemeriksaan berlangsung berada di dalam room.

“Untuk pemandu lagu, diperkirakan masih ada beberapa orang lagi. Karena, ada juga yang bekerja secara free Line, atau datang jika ada panggilan. Ini juga meresahkan warga, dikhawatirkan ada tindakan – tindakan yang dilakukan pengunjung dan pemandu lagu tersebut yang melanggar norma – norma yang berlaku,” imbuhnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date