Tak Berikan THR, Perusahaan Bakal Disanksi 

Lamongan, koranmemo.com- Surat edaran tentang Tunjangan Hari Raya (THR) hak pekerja/karyawan sudah diterimakan kepada perusahaan perusahaan oleh pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan. Untuk itu jika perusahaan yang tidak memberikan THR akan disanksi.

“Edaran tersebut sudah kita kirim ke perusahaan-perusahaan pada minggu pertama pelaksanaan puasa. Tujuan edaran tersebut adalah agar perusahaan memberikan THR pada karyawanya sesuai dengan ketentuan yang ada,” kata Kepala Disnaker Kabupaten Lamongan, Muhammad Kamil, Senin (4/6) siang.Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomer 78 tahun 2015 tentang Pengupahan dan berdasar Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomer 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan maka perusahaan wajib memberi THR pada pekerjanya.

“Pekerja yang bekerja selama 12 bulan atau satu tahun, maka besaran THR-nya sebesar satu bulan gajinya. Sedangkan pekerja yang bekerja kurang satu tahun maka THR-nya diberikan sesuai perhitungan proporsional. Perusahan yang tidak memberi THR akan mendapat sanksi. Mulai sanksi teguran hingga pencabutan ijin,”ungkap Muhammad Kamil

Sebelumnya Komisi D DPRD Lamongan  juga telah mengingatkan agar seluruh perusahaan di Lamongan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) pada karyawanan paling lambat H-7 pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

“Kita mengingatkan jangan sampai perusahaan tidak memberikan hak karyawan berupa THR. Karena hal tersebut menurut aturan merupakan kewajiban bagi perusahaan,” tegas  Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Ali Mahfudl, Selasa (24/4).

Menurutnya, sesuai Permenaker Nomer 6 Tahun 2016, THR tersebut besaranya 1 kali jumlah upah atau gaji satu bulan. “Tentunya akan ada sanksi tersendiri jika ada perusahaan yang tidak memberikan hak karyawan berupa THR tersebut” ungkap politisi PAN Lamongan itu.

Ali Mahfudl berjanji akan meminta Disnaker untuk aktif melakukan pemantauan ke sejumlah perusahaan agar mengetahui perusahaan yang kurang memberikan perhatian kepada tenaga kerjanya, termasuk dalam hal pemberian THR.

“Kalau ditemukan perusahaan-perusahaan enggan untuk memberikan THR,  kita meminta untuk diperingatkan secara tegas. Kalau masih mbandel, kita meminta untuk dievaluasi perizinannya karena THR merupakan salah satu harapan para tenaga kerja untuk  dalam memenuhi kebutuhan menyambut Hari Raya Idul fitri,” tegasnya.

Reporter: Suprapto/Fariz Fahyu
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date