Tak Bayar Angsuran, Dipolisikan

Tulungagung, koranmemo.com – Nur Fahmi Maliki (25) warga Dusun Banca’an RT 01 / RW 03 Desa Mojosari Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung dilaporkan ke polisi pada Selasa (13/12) pukul 11.00 WIB karena diduga memindah tangankan sepeda motor dan memberikan keterangan palsu kepada PT FIF Group Tulungagung. Akibatnya PT FIF Group mengalami kerugian sebesar Rp 27.825.000. Adapun barang bukti yang diserahkan ke polisi berupa 1 bendel perjanjian fidusia dan 1 buah BPKB sepeda motor merek Honda dengan nopol AG 2858 RBC.

Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon melalui Kasubag Humas AKP Saeroji membenarkan laporan itu. Menurutnya laporan tersebut telah masuk dengan nomor LP/229/XII/2016/Jatim/Res Tulungagung.

Lanjut Saeroji dalam laporan tersebut awal mula kejadian pada Jumat (20/5) Nur Fahmi mengajukan pembiayaan ke PT FIF Group untuk pembelian 1 unit sepeda motor dengan nilai pinjaman sebesar Rp 22.300.000 dengan uang muka Rp 2.230.000.

“Jadi jumlah pokok pinjaman dan bunga sebesar Rp 28.620.000, serta angsuran per bulan sebesar Rp 795.000,” katanya.

Saeroji menambahkan setelah semua persyaratan administrasi dan pengurusan sertifikat fidusia maupun akta fidusia terhadap sepeda motor terpenuhi akhirnya terlapor diwajibkan untuk membayar selama 36 kali angsuran (3 tahun). “Angsuran dimulai pada tanggal 20 Juni 2016 sd 20 Mei 2019,” terangnya.

Namun setelah waktu berjalan terlapor hanya membayar angsuran pada bulan Juni saja, setelah itu terlapor tidak membayar sama sekali. PT FIF Group juga telah mengirimkan 3 kali surat peringatan dan menagih secara langsung, namun setiap kali ditemui terlapor hanya menjawab jika namanya hanya dipakai atas nama oleh orang lain yang diketahui bernama Heru warga Desa/Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

“Karena merasa dirugikan akhirnya melaporkannya ke polisi,” terangnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan pengambilan keterangan dari saksi-saksi.

Sementara itu Rio Efendi warga Desa Beji Kecamatan Boyolangu selaku karyawan PT FIF Group mengatakan saat ini terlapor terlambat 6 bulan berjalan, dan setiap menagih ke tempat terlapor tidak pernah melihat sepeda motornya. (yop/Jb)

 

Follow Untuk Berita Up to Date