Tak Ada Tempat Untuk Narkoba Miras dan Terorisme

Kediri, Koranmemo.com – Polresta Kediri menggelar pemusnahan barang bukti di halaman Mapolresta Kediri, Rabu (16/5) pagi. Barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 sejak 1 April hingga 15 Mei 2018. Selain itu, Polresta Kediri juga menggelar deklarasi melawan terorisme bersama TNI-POLRI, Forkopimda dan sejumlah unsur elemen masyarakat.

Kapolresta Kediri, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, operasi yang melibatkan seluruh personel yang tergabung dalam satuan tugas Tumpas Narkoba Semeru 2018 dan satuan tugas kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) memusnahkan setidaknya 3.340 botol minuman keras (miras) berbagai merek, 14.500 butir pil dobel L, dan 2,28 gram sabu.

“Secara total sekitar 3.500 liter miras berbagai merek yang kami musnahkan bersama sejumlah sabu-sabu dan obat berbahaya lainnya,” jelasnya.

Selain itu bertepatan dengan kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut, pihaknya juga menyatakan sikap dengan menggelar deklarasi bersama untuk melawan terorisme. Kebersamaan ini menurutnya menjadi kunci utama agar tidak mudah terpecah belah dengan aksi terorisme yang terjadi di sejumlah daerah.

“Kami sepakat tidak takut terorisme. Jangan sampai tujuan mereka (teroris, red) untuk memecah belah dan menimbulkan keresahan itu tercapai. Kita bersama-sama, TNI-POLRI, Forkopimda, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat lainnya melawan terorisme,” imbuhnya.

Deklarasi melawan terorisme ini ditandai dengan penandatanganan bersama sebagai wujud sikap dan dukungan kepada aparat penegak hukum untuk memberantas terorisme. Sebelumnya, ribuan butir pil dobel L dan puluhan gram sabu secara simbolis dibakar secara bersama-sama. Setelah itu, sejumlah unsur perwakilan, menggilas ribuan botol miras berbagai merek dan miras oplosan sebagai komitmen bersama memberantas peredaran miras dan narkoba di Kota Kediri.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya P

Follow Untuk Berita Up to Date