Tahun Ajaran Baru, Penjahit Kebanjiran Order

Kediri, koranmemo.com – Memasuki tahun ajaran baru, banya calon peserta didik baru mulai  jenjang SD, SMP, sampai SMA, mempersiapkan keperluan sekolah termasuk seragam baru. Meskipun banyak terdapat toko seragam, namun masih banyak yang memilih untuk menggunakan jasa penjahit untuk membuat seragam baru.

Kebiasaan masyarakat tersebut, membawa berkah tersendiri bagi penjahit yang berada di Pasar Pahing Kota Kediri. Para penjahit mengalami peningkatan order quntuk menjahit seragam baru, bahkan peningkatan dinilai mencapai 100 persen dibandingkan dengan hari biasa. “Alhamdulillah, peningkatan mencapai 100 persen, biasanya kan hanya permak saja,” tutur salah satu penjahit, Damanhuri (67), Kamis (27/6).

Damanhuri mendapat permintaan tersebut sejak dua minggu terakhir, mulai dari seragam SD sampai SMA. Namun, paling banyak permintaan menjahit, datang dari calon peserta didik jenjang SMA.

Untuk hari biasa, dalam sehari hanya menerima 2 sampai 3 permintaan untuk mengubah ukuran atau mengubah bentuk pakaian. Namun, musim seperti ini, ia bisa menerima sampai 6 permintaan.

Tak tanggung-tanggung, untuk satu permintaan bisa mencapai lima setel seragam baru. Beberapa hari terakhir ini, ia harus menolak permintaan untuk menjahit seragam baru, karenasudah menumpuk. “Kalau sudah menumpuk, saya yang kewalahan. Sudah hampir 50 tahun saya menjahit, jadi harus memperhatikan kondisi fisik juga,” sahut Damanhuri.

Untuk biaya menjahit seragam, para penjahit yang berada di Pasar Pahing mematok harga antara Rp 100.000 sampai Rp 120.000. Biaya tersebut, tergantung tingkat kesulitan, bentuk, dan banyaknya aksesori yang dipasang. Satu setel seragam, para penjahit bisa menyelesaikan dalam waktu satu sampai dua hari kerja.

Mereka buka hampir setiap hari, mulai pukul 05.30 WIB sampai 13.00 WIB. Dari permintaan yang meningkat, pendapatan mereka pun meningkat. Rata-rata satu bulan, hari biasa mereka bisa mendapatkan Rp 1 juta, untuk hari-hari tertentu seperti tahun ajaran baru bisa memperoleh Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.

Hal senada juga diutarakan Toni (39) penjahit lainnya. Menurutnya, penjahit yang mampu menerima permintaan lebih banyak, pendapatan yang diperoleh juga lebih besar. Saat menjahit, mereka tidak mengalami kendala apapun, karena ada gambar model seragam yang menjadi patokan sekolah sehingga hanya perlu mengukur sesuai permintaan pelanggan

Selain mengerjakan di pasar, mereka juga sering membawa pulang pekerjaannya. Dengan demikian, para penjahit berharap dapat selesai dengan batas waktu yang diminta oleh pelanggan.

“Biasanya satu minggu sebelum masuk sekolah itu sudah selesai, tapi tergantung waktu pelanggan menyerahkan bahan. Semakin cepat, seragam dapat diambil sebelum masuk sekolah,” ujar Toni.

Sementara itu, Nur Atikah (52) penjahit lainnya menambahkan, para penjahit di Pasar Pahing menerima permintaan sesuai musim. Apabila musim peringatan hari Nasional seperti Hari Kemerdekaan, maka permintaan untuk menjahit bendera juga tinggi. “Yang pasti, para penjahit di sini rata-rata permak. Untuk tahun ajaran baru seperti ini, paling ramai ya seragam,” kata Nur Atikah.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date