Tahanan Narkoba Melahirkan di LP

Jombang, koranmemo.com – Perempuan berinisial Na (16), terpaksa melahirkan bayinya di LP (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang. Sebab perempuan tersebut kini menjadi pesakitan usai ditangkap polisi saat pesta sabu-sabu beberapa waktu lalu. Na kemudian dilarikan ke RSUD Jombang untuk menjalani proses persalinan. Sehari kemudian, warga Desa Kepatihan Kecamatan Jombang ini kembali masuk tahanan. Sedangkan bayinya berjenis kelamin laki-laki dirawat oleh kerabat Na.

Na mengatakan, ia ditangkap polisi di sebuah rumah kos Jl Teuku Umar Jombang. Selanjutnya, pada 20 Oktober 2016, Na menjadi tahanan dan dijebloskan ke LP setempat. Saat itu kondisi ‘protolan’ SMA ini sudah hamil 9 bulan. Kemudian pada 5 November 2016, perut Na mengalami kontraksi. Ia dilarikan ke RSUD setempat.

“Saya melahirkan di RSUD (rumah sakit umum daerah) Jombang dengan persalinan normal. Hanya sehari menemani anak. Karena 6 November, saya masuk lagi ke tahanan. Sedangkan anak saya dirawat orang tua saya,” kata Na sesaat sebelum menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jombang, Selasa (8/11).

Saat datang ke PN Jombang itulah Na memiliki kesempatan menggendong bayi merah yang belum diberi nama itu. Sembari menggendong buah hatinya, Na meneteskan air mata. Bayi merah itu meronta. Namun segera diam ketika sang ibu memberikan sebotol susu formula.

Di persidangan itu, Na juga bertemu dengan orang tuanya, Riono (42). Mereka duduk bersandingan sembari menunggu dimulainya sidang. Sesekali, Riono memandangi wajah cucunya. Kesedihan hadir pada sorot mata Riono.

Disinggung soal bapak dari jabang bayi yang notabene cucunya itu, Riono mengatakan, Na hamil di luar nikah. Ironisnya, kekasih Na justru kabur setelah mengetahui permasalahan tersebut. “Dulu pacaran dengan warga Peterongan. Namun ketika anak saya hamil, pacarnya malah kabur dan tidak mau bertanggungjawab,” ujar Riono lirih.

Sementara, kuasa hukum Na, Lilik Yulianto, menyatakan akan meminta penangguhan penahan Na. “Ini sidang pertama kita ikuti saja. Kami nanti meminta penangguhan penahanan dengan alasan Na baru saja melahirkan dimana sang bayi perlu ASI (air susu ibu). Semoga diterima permohonan penangguhannya,” tutup Yulianto. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date