Tahanan Kasus Pil Koplo Nikah di Mapolres

Jombang, koranmemo.com – Raut sedih sekaligus bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Novianto (20). Bagaimana tidak, pria asal Lingkungan/Kelurahan Meri Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto ini terpaksa menikahi pujaaan hatinya, Ella Noviana (18), asal Desa balonglombok Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto di Mapolres Jombang.

Ini setelah dirinya menjadi tahanan Satresnarkoba dalam kasus peredaran pil koplo dobel L yang ditangkap akhir Juli lalu. Proses ijab Kabul sendiri dilakukan di Masjid Junnatul Fuadah mapolres, Kamis (9/8) sore.  “Ya (tentu) sedih melihat istri,” kata Novianto kepada wartawan usai prosesi ijab kabul.Sementara, dari lokasi akad nikah, suasana haru mulai pecah ketika kedua mempelai dipertemukan. Novianto terlihat tak kuasa menahan linangan air mata ketika melihat datangnya sang istri. Dihadapan keluarga masing-masing serta aparat kepolisian, Novianto langsung memeluk erat sang istri.

Pria yang akrab disapa Nopek ini pun mengungkapkan rasa penyesalan yang mendalam atas kasus yang menjeratnya. Ia pun mengaku sempat menyampaikan pesan pada sang istri agar tetap bersabar menunggu dirinya bebas. “Pengen bertobat, menjaga anak istri,” sambungnya sembari mengusap air mata.

Sementara, Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid mengatakan, pernikahan antara Novianto dengan Ella Noviana ini sudah sesuai dengan surat permohonan akad nikah dari kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto No: 337/13/2018.

“Ini sebagai sejarah (bagi Novianto), semoga menjadi tobat kedepannya. Saya berpesan nantinya bertemanlah dengan orang baik, maka akan ikut baik juga. Begitu sebaliknya,” tutur Mukid.

Novianto sendiri, lanjut Mukid, merupakan kaki tangan Eko Rudianto alias Gibas (35), bandar pil koplo pemilik barang bukti 25.600 butir pil dobel L, sabu dengan berat kotor 0,25 gram serta ganja kering dengan berat kotor 0,81 gram, yang ditangkap Sabtu (28/7) lalu.

“Jeratan untuk Novianto adalah Undang-undang RI No 36 Tahun 2009 Pasal 196 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Mukid.

Reporter Agung Pamungkas
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date