Surat Suara DPR-RI di Trenggalek Kurang 1.268 Lembar

Trenggalek, koranmemo.comKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Trenggalek mulai menyortir dan melipat surat suara pemilihan umum (pemilu) 2019 di Gedung Serbaguna Kabupaten Trenggalek, Jumat (15/3). Sebanyak 200 orang tenaga pelipat diperbantukan untuk menyortir dan melipat 593.384 lembar surat suara pemilihan legislatif (pileg) DPR-RI yang baru saja tiba, Kamis (14/3) sore. Rencananya surat suara untuk DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan dikirim secara bertahap.

Suripto, Ketua KPUD Trenggalek mengatakan, ratusan ribu surat suara DPR-RI tiba di gedung Serbaguna Trenggalek sekitar pukul 17.30 WIB. Pengambilan ribuan surat suara di lokasi percetakan di Kabupaten Nganjuk mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian. “Termasuk kemarin (Kamis,red) saat mengambil ada dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga,” ujarnya saat dikonfirmasi ketika memantau pelaksanaan sortir dan pelipatan surat suara di Gedung Serbaguna Trenggalek, Jumat (15/3).

Pasca tiba di lokasi, lanjut Suripto, ribuan surat suara yang terbungkus dalam 1.187 box dengan isi masing-masing box sebanyak 500 lembar langsung di sortir dan dilipat. Pihaknya menargetkan pelipatan surat suara rampung pada kisaran tiga sampai lima hari mendatang. “Untuk box terakhir isinya 384 surat suara. Ini dibantu sebanyak 200 tenaga sortir dan lipat yang dibagi ke dalam 20 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang. Ini untuk mempermudah inventarisasi juga,” jelasnya.

Berdasarkan jumlah kebutuhan, ratusan ribu surat suara DPR-RI yang sudah datang itu dinilai kurang. Pasalnya dua persen surat suara dari daftar pemilih tetap (DPT) mengacu pada DPT total Kabupaten. Padahal, KPUD meminta dua persen surat suara tambahan itu diambil berdasarkan DPT di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS). “Di PKPU, seharusnya kami menerima 594.652 lembar, tapi kami hanya menerima 593.384 lembar. Berdasarkan kebutuhan real kami kurang 1.268 lembar. Nanti kami laporkan ke KPU-RI,” kata Suripto.

Wiratno, Sekretaris KPUD Trenggalek di lokasi yang sama menemukan adanya surat suara yang rusak. Kerusakannya meliputi gradasi warna atau buram, noda hitam dan robek. Untuk surat suara yang rusak, pihaknya akan membuat berita acara pelaporan penambahan jumlah surat suara sebagai pengganti surat suara yang rusak. “Jumlahnya (kerusakan,red) masih direkap. Nanti kami akan membuat berita acara untuk disampaikan kepada KPU Provinsi Jawa Timur kemudian diteruskan ke KPU-RI,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia terima, dua surat suara lainnya yakni DPRD tingkat Kabupaten dan DPRD Provinsi akan tiba di Trenggalek pada kisaran Senin hingga Selasa mendatang. Sementara untuk surat suara DPD dan Pilpres, Wiratno mengaku masih terus berkoordinasi dengan pihak penyedia jasa. “Kalau untuk Provinsi dan Kabupaten percetakan di Nganjuk. Ini untuk DPD dan Pilpres masih menunggu konfirmasi, karena cetaknya di Jawa Barat,” kata dia.

Nantinya, lanjut Wiratno, pasca sortir dan lipat rampung, pihaknya akan segera mendistribusikan surat suara di empat gudang dari masing-masing daerah pemilihan (dapil). Pihaknya menargetkan H-3 pelaksanaan pemungutan seluruh surat suara sudah terdistribusi. “Kalau di gudang dapil sebelum hari tenang kami pastikan sudah terdistribusi. Sebelum lima April nanti,” pungkasnya sembari menyebutkan empat lokasi gudang di masing-masing dapil.

Sortir dan pelipatan surat suara itu berlangsung ketat dan selektif. Untuk menghindari tindakan yang tidak diinginkan sebanyak 21 personil diterjunkan untuk membantu mengamankan jalannya sortir dan lipat surat suara. “Ada sebanyak 21 personil. Kami plotting ke dalam titik-titik tertentu. Tadi ada 20 kelompok (tenaga lipat,red), masing-masing sudut ada petugas yang berjaga. Termasuk di luar gedung, pintu masuk,” kata Iptu Mujiata KBO Binmas Polres Trenggalek.

Keberadaan petugas di depan pintu masuk gudang, lanjut KBO Binmas Polres Trenggalek, untuk memeriksa barang bawaan tenaga sortir dan pelipat. Berbagai peralatan seperti handphone, gunting kuku, serta beberapa cairan lainnya dilarang untuk dibawa masuk. “Area harus steril. Termasuk kuku tenaga pelipat juga tidak boleh panjang. Kami antisipasi sedemikian rupa agar proses ini dapat berjalan lancar sesuai tahapannya,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date