Sungkeman di Makam BK

Peringatan Supersemar
Blitar, Koran Memo – Puluhan Seniman dari Paguyuban Pasepuhan Pamencar Pramono Nyoto memperingati 50 tahun  Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dengan berziarah ke Makam Bung Karno yang berada di Kelurahan Bendogerit Kota Blitar, Jumat (11/3) pukul 10.00 WIB.

Para seniman jawa saat melakukan sungkem di depan Makam Bung Karno (rofiq/memo)
Para seniman jawa saat melakukan sungkem di depan Makam Bung Karno (rofiq/memo)

Dasar mereka memilih memperingati Supersemar dengan cara ini adalah untuk mendukung dan bertekad melanjutkan perjuangan dan cita-cita Bung Karno, presiden pertama untuk mewujudkan bangsa Indonesia menjadi mercusuar dunia.

Setiba di halaman depan makam Bung Karno, puluhan seniman ini melakukan sungkem dan selanjutnya berjalan mengelilingi area makam. Setelah sungkem dan mengucapkan permohonan, kemudian puluhan seniman mendoakan arwah mendiang Bung Karno.

Jawoto, Ketua Paguyuban Pasepuhan Pamencar Pramono Nyotojawoto mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan tepat di tanggal 11 Maret atau bertepatan dengan Supersemar dengan tujuan untuk melanjutkan perjuangan Bung karno yakni menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang disegani oleh dunia. “Kami melaksanakan kegiatan ini adalah karena kewajiban dan tanggung jawab sebagai bangsa Indonesia. Kalau kami memperingati Supersemar adalah dengan cara seperti ini. Untuk masyarakat lain silakan memaknai dengan keyakinan dan cara masing-masing,” kata Jarwoto.

Jawoto menambahkan, terlepas dari kontroversi isi Supersemar tersebut, seharusnya semua elemen bangsa harus melanjutkan cita-cita pendiri bangsa atau founding father yakni kembali ke jatidiri bangsa, dengan berpedoman kepada pancasila dan UUD  1945 yang mencetuskan nilai luhur berbangsa dan bernegara. “Perjuangan harus terus dilanjutkan, ajaran Bung Karno adalah Inspirasi agar Indonesia benar-benar bisa menjadi mercusuar dunia,” tegasnya.(fiq/rif)

 

Follow Untuk Berita Up to Date