Suami Jual Istri, Psikolog: Itu Perilaku Penyimpangan Seks

Sidoarjo, koranmemo.com – Kasus yang menimpa Syaifullah warga RT 12 RW 1 Dusun Tambak Utara Desa Tambakkemerakan Kecamatan Krian yang menjual istrinya kepada laki-laki penikmat seks menurut ahli psikologi merupakan salah satu jenis penyimpangan seksualitas.

Ungkapan itu disampaikan Elok Kartika Sari, Psikolog dari RSUD Sidoarjo. Pihaknya menyebut perilaku Syaifullah itu bisa dikategorikan sebagai gangguan seksual paraphilia. “Perilaku ini harus segera ada penanganan medis secara konseling maupun terapi kepada pelaku,” ungkapnya, Rabu (12/7/2018).

Seperti diketahui, Desa Tambakkemerakan Kecamatan Krian dihebohkan dengan pengungkapan kasus Syaifullah yang sudah setahun menjajakan istrinya untuk berbuat intim kepada pria lain dengan model threesome (dua lelaki dan satu perempuan), yakni istrinya sendiri.

Dalam setiap berbuat threesome, tarifnya Rp 500 ribu setiap main. Peminat harus mengasih uang muka Rp 300 ribu. Selain threesome ada juga tarif variasi dalam bermain yang nilainya antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.

Akibat perbuatan itu, Syaifullah terjerat Pasal 2 UURI No.21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Dikatakan, perilaku ini adalah gangguan seksual. Hal ini bisa dikarenakan kebutuhan dan juga bisa merupakan ketagihan atau addict. “Apa yang dilakukan pelaku ini menyimpang, karena menimbulkan hasrat bisa kepada benda,” katanya lagi.

Ia menambahkan, pelaku hingga berbuat menawarkan istrinya, Amn dalam threesome lewat media sosial untuk mendapatkan keuntungan. ” Ini jelas merupakan penyimpangan seks,” cetusnya.

Elok melanjutkan, obyek atau orang yang pada situasi atau kondisi normal dipastikan tidak menimbulkan keinginan untuk melakukan hubungan seksual seperti itu. “Apalagi, ini istrinya sendiri,” tambahnya.

Kendati demikian Elok berharap ada penanganan khusus terhadap pelaku. Meski terbilang perilaku Syaifullah ini menyimpang pihaknya berharap pelaku jangan dikucilkan.

“Harus ada dukungan dan support dari berbagai pihak. Utamanya keluarga, dan orang-orang terdekatnya, agar perbuatan ini tidak diulangi lagi,” harapnya.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date