Spesialis Pembobol Koperasi Didor, Tiga Pelaku Warga Sumatera

Ponorogo, Koranmemo.com – Polres Ponorogo mengungkap pelaku pencurian di sejumlah koperasi di Kabupaten Ponorogo akhir-akhir ini. Bahkan, tiga pencuri yang diketahui berasal dari Pulau Sumatera ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran berusaha melawan saat akan ditangkap, Kamis (2/3).

Mereka adalah, Witono alias  Bejo (43) warga Dusun Mulyoharjo, Desa Mandi Angin Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Provinsi Sumatera Selatan, Muhayadi alias Aseng (43) warga Dusun Jaya, Desa Murni Kecamatan/Kabupaten Tulang Bawang, dan Agus (39) warga Desa Tulang Bawang Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.

Kawanan pencuri yang tak segan-segan menggunakan kekerasan dalam aksinya ini ditangkap petugas dari persembunyianya di dua tempat berbeda, yakni di bengkel Gunawan Motor Jalan Ponorogo – Pacitan dan di  rumah kontrakan milik tersangka Agus di wilayah Kecamatan Mlilir, Kabupaten Madiun.

Tiga tersangka merupakan pelaku pencurian di Koperasi RAS dan Koperasi Delta Surya Purnama  di Jalan Mt Haryono Kelurahan Tambak Bayan, Kecamatan Ponorogo akhir 2017  dan Kantor Indosat di Jalan Arief Rahman Hakim Kota Ponorogo pada Januari lalu.

Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi mengatakan, tertangkapnya pelaku perampokan ini berdasarkan hasil kerjasama Polres Trenggalek, Madiun Kota dan Ponorogo yang melakukan penyelidikan kasus pencurian koperasi di sejumlah wilayah seperti Trenggalek,Madiun Kota dan Ponorogo.

Dari penyelidikanlah petugas gabungan ini berhasil mengendus keberadaan Witono. Saat akan ditangkap tersangka berusaha kabur dan petugas pun akhirnya menembak kaki Witono.

” Dari penangkapan Witono inilah terungkap keberadaan ke dua tersangka yang kemudian juga dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas,” ujarnya, Jumat (2/3).

Suryo mengungkapkan, dalam aksinya tiga pelaku menggunakan modus berkeliling di malam hari mencari sasaran kantor koperasi di Ponorogo dan beberapa wilayah lainnya seperti Madiun Kota,  Ngawi  dan Trenggalek   dengan menggunakan mobil.

Mereka biasanya masuk kantor dengan merusak pintu kemudian mencongkel brangkas koperasi setelah itu mengambil sejumlah uang di dalam brangkas. “Mereka ini spesialis pembobol kantor koperasi, sasaranya brangkas yang ditinggal,” ungkapnya.

Dari kasus ini, petugas mengamankan barang bukti empat linggis, 1 gergaji besi, 1 gergaji kayu, 1 palu, 2 obeng gepeng warna merah dan putih, 4 hp, 1 buah VR BOOX , 1 tas slempang, 1 tas sekolah, 1  tas ransel, 1 tas laptop, 3 dompet, 1 set jimat, 1 pasang sepatu, dan 1 mobil Daihatzu Xenia.

Ketiga tersangka kini dirawat di RSUD dr Harjono untuk memulihkan luka tembaknya.

Reporter: Zainul Rochman

Editor: Gimo Hadiwibowo