Spesialis Jambret Jalanan Didor

Tulungagung, koranmemo.com – Riyanto (40), warga Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk yang berdomisili dirumah kos Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas pada kedua kakinya, Senin (21/5) siang. Pasalnya, pelaku yang diduga sebagai spesialis jambret jalanan tersebut mencoba melarikan diri ketika diminta menunjukkan tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih AG 3151 RAC dan sebuah helm warna merah.

“Saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo kepada koran memo.

Dia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan salah satu korban yakni Samrotin (52) warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut yang juga sebagai kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Dharmawanita I Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol. Tas miliknya telah dijambret oleh seseorang ketika melintas di jalan umum masuk Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru pada Rabu (16/5) siang.

“Saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) petugas menemukan beberapa petunjuk,” katanya.

Mustijat melanjutkan, beberapa petunjuk tersebut diantaranya, jenis sepeda motor yang digunakan pelaku beserta nopolnya (tiga huruf di depan AG 315) , warna helm dan ciri-ciri sekilas pelaku. “Dari hasil penyelidikan ternyata diketahui modus yang dilakukan pelaku ini sama halnya dengan beberapa TKP yang belum terungkap,” ujarnya.

Pada Senin (21/5) siang, ada informasi masuk kepada petugas jika ada seseorang yang memiliki ciri-ciri persis dengan pelaku sedang melintas ke arah utara. Tak mau kecolongan, petugas langsung siaga di beberapa titik di Jalan Pahlawan masuk Desa/Kecamatan Kedungwaru. Sekitar pukul 11.00 WIB ternyata benar, ada orang yang ciri-cirinya persis dengan pelaku.

“Saat dihentikan pelaku terlihat gugup, ketika dicerca beberapa pertanyaan pun terus berkelit. Namun ketika kita kroscek kan dengan data yang ada tersangka tak bisa mengelak,” katanya.

Selanjutnya pelaku diminta untuk menunjukkan salah satu TKP yang ada di Jalan Major Sujadi masuk Desa Plosokandang. Namun, pelaku malah mencoba melarikan diri. “Kita sudah berikan tembakan peringatan, tetapi tidak diindahkan. Terpaksa pelaku kami lumpuhkan,” katanya.

Masih menurut Mustijat, setalah pelaku berhasil diringkus, petugas membawanya ke RS Bhayangkara. Selama diperjalanan petugas sempat menginterograsi petugas. Pelaku mengakui jika dirinya menjambret beberapa lokasi di Tulungagung. Di antaranya, di Plosokandang dua kali, di Mirigambar sekali, di depan GOR sekali.

Terakhir, pelaku menjambret tas milik kepala sekolah TK Dharmawanita I Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol yang berisi sebuah Handphone (HP) merk Oppo warna hitam, sebuah HP merk Nokia warna hitam, data anak TK Dharmawanita I, 30 ijazah milik murid TK Dharmawanita I Desa Wonorejo Kecamatan Sumbergempol, dan uang tunai Rp 250 ribu. “Pelaku mengaku semua iajazahnya telah dibakar,” ujarnya.

Mustijat menambahkan, kini pihaknya tengah melakukan penyidikan terhadap pelaku. Petugas juga tengah mendalami motif dan modus yang dilakukan pelaku serta apakah ada keterlibatan orang lain. “Saat ini masih dalam proses penyidikan, ditunggu saja,” pungkasnya.

Reporter : Yoppi Sandra W

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date