Sosialisasi PPDB SD dan SMP

Kediri, koranmemo.com – Kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Kota Kediri, baik Negeri maupun swasta mengikuti sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPBD) tahun ajaran (T.A) 2019/2020, di Aula kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri, Kamis (16/5).

Ada dua cara pendaftaran, yaitu dengan jalur online dan offline. Untuk pendaftaran online, bisa dilakukan mulai tanggal 17 sampai 19 Juni, dan tanggal 24 pengumuman hasil pendaftaran calon peserta didik baru.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto, untuk jalur offline, terdiri dari beberapa jalur diantaranya jalur prestasi (Japres), jalur mutasi (pindahan orang tua karena tugas), jalur kemitraan (tenaga pendidik dan kependidikan), dan inklusi. “Semua dilakukan secara manual, jadi pihak sekolah juga harus bisa melakukan sosialisasi kepada calon peserta didik baru,” ujarnya, saat memberikan arahan.

Untuk Japres ada dua, yang langsung diterima dan yang melakukan pendaftaran setelah penilaian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri. Semua calon peserta didik baru, yang bisa mendaftar yaitu bagi siswa yang mempunyai sertifikat atau piagam prestasi tingkat provinsi dan nasional, mulai juara atau peringkat satu sampai peringkat ketiga.

Kejuaraan yang langsung diterima oleh panitia dari Disdik, lanjutnya, misalnya POPDA, Akademisi, ataupun kejuaraan tingkat provinsi lainnya. Pendaftaran dimulai tanggal 20 sampai 21, untuk tanggal 22 dilakukan pengumuman sekaligus daftar ulang. Apabila siswa masih belum merasa cocok, mereka diperbolehkan mendaftar atau mengikuti tes di sekolah yang lain.

Sedangkan untuk yang tidak diterima di tingkat Dinas Pendidikan melalui Japres, dapat mendaftar di sekolah tujuan mulai tanggal 23 sampai 24. Untuk tanggal 25 mengikuti tes, dan pada tanggal 31 adalah pengumuman dan proses daftar ulang.

“Untuk jalur mutasi, orang tua calon murid yang sejak tanggal 1 Januari bertugas di Kota Kediri, anaknya mendapat fasilitas untuk bersekolah di Kota Kediri. Jika waktunya belum memenuhi, maka akan dilakukan evaluasi kembali,” tuturnya.

Terkait masalah zonasi untuk SD, sambungnya, tidak ada perubahan, syarat dan ketentuan sama dengan tahun sebelumnya. Sementara untuk SMP karena penyebaran tidak merata di masing-masing kecamatan di Kota Kediri, maka sistem zonasi di Kota Kediri hanya satu. Ini lantaran, mempertimbangkan mobilitas calon peserta didik. Maka, yang perlu diperhatikan adalah Daftar Nilai Ebtanas Murni (DANEM).

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date