Sosialisasi MRSF Bareng Awak Media

Trenggalek, koranmemo.comSosialisasi Millennial Road Safety Festival (MRSF) terus digalakkan. Tidak hanya melibatkan para pelajar hingga lapisan masyarakat lainnya, namun juga menggandeng kalangan jurnalis. Sosialisasi MRSF bareng awak media dilakukan oleh Kepolisian Resort  Trenggalek.

Kegiatan dikemas melalui cangkruk santai bersama jurnalis oleh Kanit Dikyasa Satlantas Polres Trenggalek, Iptu Agustyo selepas Shalat Jumat. Menurutnya, adanya MRSF berangkat dari kekhawatiran Polri mengenai banyaknya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi millenial yakni umur 17 – 35 tahun.

“Angka kasus kecelakaan lalu lintas di Trenggalek sendiri selalu meningkat. Tiap bulan, lima orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas,” kata Iptu Agustyo di Mapolres Trenggalek saat berdiskusi bersama awak media, Jumat (15/2). Dengan menggandeng media, dia berharap sosialisasi MRSF akan lebih mengena.

Generasi milenial, lanjutnya, mayoritas paling mendominasi kecelakaan di Kabupaten Trenggalek dan sejumlah Kabupaten atau Kota di Jawa Timur. Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lalin) di Kabupaten Trenggalek selama Januari 2019 sebanyak 42 kejadiaan, sementara hingga pertengahan Februari 2019 mencapai 15 kejadian.

“Dari jumlah kecelakaan itu, jumlah korban tewas sebanyak 5 orang. Setiap bulannya dengan didominasi kaum milenial,” katanya sembari menyebut sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk mencegah kecelakaan, mulai dari razia kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor  hingga sosialisasi tata tertib berlalu lintas kepada para pelajar.

Selain menggandeng awak media, Satlantas Polres Trenggalek gencar melakukan sosialisasi MRSF dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat. Mulai lingkungan sekolahan, perguruan tinggi, instansi terkait, sopir MPU dan bus serta menyasar pondok pesantren.

“Tujuan sosialisasi ini untuk menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas. Harapannya, bisa turun hingga 50 persen. Alhamdulillah setelah kami melakukan rangkaian sosialisasi MRSF, kini bisa kami tekan sebesar 17 persen,” kata dia.

Melalui peran media massa, pihaknya berharap sosialisasi bisa berjalan lebih efektif. Jurnalis sebagai mitra Polres Trenggalek dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk kaum millennial yang lebih banyak lagi dan membutuhkan perhatian khusus.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi melalui media sosial (medsos) melalui sekolah-sekolah dan komunitas yang ada. Namun awak media kami mohon juga dapat membantu agar masyarakat banyak yang tau tentang MRSF,” kata Agustyo.

Polres Trenggalek berharap media massa dapat mengedukasi masyarakat, khususnya kaum milenial untuk lebih berhati-hati dalam berkendara. Berdasarkan evaluasi Satlantas Polres Trenggalek, faktor utama penyebab kecelakaan yang ada di Trenggalek karena kurang hati-hati dan melanggar tata tertib.

“Dari operasi yang digelar Polres Trenggalek sebanyak 641 kasus selama Januari 2019. Sementara hingga pertengahan bulan Februari ini sudah tercatat ada 388 kasus. Pelanggaran paling banyak karena pengendara tidak memiliki SIM. Sementara, kasus lainnya karena tidak membawa kelengkapan berkendara,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date