Sosialisasi Lebih Mengena Ketimbang Penindakan

Nganjuk, koranmemo.com – Sisa tiga hari terakhir pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2018, Satlantas Polres Nganjuk lebih fokus pada kegiatan sosialisasi keselamatan berlalulintas. Jadi jangan heran jika ada polisi blusukan di pasar.

Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Am Rido Ariefianto mengatakan, hari-hari terakhir jelang ditutupnya operasi keselamatan ini, pihaknya lebih meningkatkan gerakan sosialisasi dari pada razia di jalan.

“Sosialisasi merupakan langkah efektif ketimbang razia. Akhir-akhir ini kita sering blusukan ke pasar-pasar dan lembaga sekolah,” ujarnya kepada koranmemo.com, Jumat (23/3) siang.

Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan penindakan terhadap para pengendara atau mengemudi yang tidak mematuhi aturan berlalulintas.

“Penindakan juga tetap kita lakukan mana kala ada pengendara motor bonceng tiga, gak pakai helm, gak bawa SIM maupun STNK, dan pengemudi yang ugal-ugalan serta melanggar marka jalan,” beber Am Rido.

Dia mengaku, dengan digelarnya sosialisasi, banyak masyarakat yang menyadari betapa pentingnya mematuhi rambu lalu lintas serta berkendara yang baik dan benar sesuai aturan yang berlaku.

“Dampak dari sosialisasi, banyak warga yang dulunya belum punya SIM, pada berbondong-bondong mengurus SIM. Kan sekarang kita juga memberi les gratis agar lulus ujian SIM melalui program LUPS,” paparnya.

Sementara itu, data yang dihimpun koranmemo.com, sampai hari ini dalam Operasi Keselamatan Semeru 2018, Satlantas Polres Nganjuk telah mengeluarkan surat bukti pelanggaran (Tilang) sebanyak 536 lembar, dan 1418 teguran.

Surat tilang itu diberikan kepada 344 pelanggar pengendara sepeda motor, 23 mobil penumpang, 36 pengemudi bus, dan 133 mobil barang. Pelanggaran pengendara motor didominasi tidak memiliki SIM dan tidak bawa STNK. Sedangkan pengemudi, melanggar marka jalan.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date