Sopir Ngantuk, Bus Tabrak Pondok

Mojokerto, koranmemo.com – Diduga karena sopir mengantuk, bus Harapan Jaya berpenumpang 13 orang bernomor polisi AG 7134 US, menabrak bagian depan Ponpes Riyadlul Jannah di By Pass Mojokerto Desa Brangkal Kecamatan Sooko, Kamis (20/10) sore. Meski hanya mengakibatkan kondektur bus terluka, kecelakaan ini merusak gapura desa, pagar, papan nama, dan bangunan asrama santri putri pondok.

Sunawan (35), sopir bus mengatakan, bus yang dia kemudikan melaju dari arah Jombang menuju ke Surabaya. Tiba di tikungan Desa Brangkal-By Pass Mojokerto, dirinya mengurangi kecepatan menyusul banyaknya antrean truk di depannya. Selepas tikungan Brangkal, pria asal Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota Kediri ini memilih mendahului antrean truk di depannya melalui lajur kiri yang saat itu sepi kendaraan. “Saat itu tiba-tiba gelap, saya tak ingat apa-apa karena mengantuk. Tahu-tahu bus sudah naik trotoar menabrak pondok ini. Saya baru sadar sudah menabrak, juga tak terdengar saat kondektur yang katanya meneriaki saya,” kata Sunawan di lokasi kecelakaan.

Akibat benturan itu, kaca depan bus pecah, sedangkan bagian depannya yang ringsek menyangkut di pagar pondok dan roboh. Kondektur bus, Agus mengalami luka-luka di bagian tangan terkena pecahan kaca bus. “Kondektur saya kena pecahan kaca karena saat benturan terjadi, dia posisi di pintu depan sebelah kiri kemudi. Penumpang selamat semua sudah saya pindah ke bus lain,” ujarnya.

Pengamatan di lokasi, bus Harapan Jaya nahas ini sempat menabrak gapura Desa Brangkal Gang 7 yang berjarak sekitar 5 meter dari pondok hingga roboh. Kerusakan cukup parah terlihat di bagian depan Ponpes Riyadlul Jannah. Selain pagar dan papan nama pondok ambruk, teras dua asrama putri juga rusak parah.

Sementara, sesepuh Ponpes Riyadlul Jannah yang juga Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Mojokerto, Sumardiana (57) memastikan, tak ada korban jiwa dari pengurus pondok maupun santri. Pasalnya, saat kejadian para santri putri sedang berada di masjid untuk menunaikan salat ashar berjamaah.”Suara benturan tadi sangat keras sehingga membuat para santri berhamburan ke luar. Alhamdulillah tidak ada yang jadi korban karena asrama sedang kosong,” ungkapnya.

Sumardiana belum bisa memastikan kerugian material yang dialami pondok akibat kecelakaan ini. “Kami minta kepada manajemen bus untuk membenahi kerusakan pada pondok kami agar menjadi seperti semula,” tandasnya.

Hingga pukul 16.30 WIB, bangkai bus Harapan Jaya masih belum dievakuasi. Terdapat sebuah mobil derek dengan sejumlah petugasnya tengah bersiap untuk menarik bus dari trotoar. Sementara beberapa anggota polisi sibuk melakukan olah TKP, sekaligus mengatur arus lalu lintas dari arah Jombang ke Surabaya yang tersendat. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date