Sopir Dites Urine, Bus di Terminal Bungurasih Uji Kelayakan

Sidoarjo, koranmemo.com – Sejumlah sopir bus, kernet atau kru bus menjalani tes urine dan kesehatan di Terminal Purabaya Surabaya di Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (28/5/2019). Tidak hanya itu, sejumlah armada bus yang ada di terminal tersebut juga dilakukan uji kelayakan dan tes emisi gas buang atau ketebalan asap.

Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan sopir dan penumpang menjelang musim mudik lebaran 2019. Acara yang digelar oleh tim gabungan meliputi anggota Kepolisian dari Ditlantas Polda Jatim, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan melakukan sejumlah test kesehatan dan uji narkoba.

Seluruh kru bus yang diperiksa, meliputi sopir serta kernet bus antar kota antar provinsi maupun bus antar kota dalam provinsi. Mereka menjalani beberapa tes kesehatan mulai tes urine, kolesterol, asam urat, gula darah, tekanan darah, alkohol hingga tes penglihatan atau uji warna.

“Semua pengemudi wajib mengikuti test kesehatan supaya diketahui apakah dikatakan layak atau tidak mengemudikan bus,” kata Dirlantas Polda Jatim, Kombes Heri Wahono yang di dampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho saat meninjau lokasi pengecekan di Terminal Purabaya, Surabaya di Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (28/5/2019).

Selain cek kesehatan kepada sopir dan kernet, armada bus juga turut dilakukan pengecekan.
Salah satu pengecekan kendaraan bus tersebut berupa Smoke Tester. Alat tersebut berfungsi sebagai pendeteksian ketebalan asap khusus kendaraan berbahan bakar solar.

Disana, petugas dari UPT. Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan memiliki standarisasi kelayakan. Kendaraan diatas tahun 2010, opasitas ketebalan asap hanya maksimal 50 persen. Namun, bagi bus yang tahun pembuatannya dibawah tahun 2010 hanya maksimal 70 persen untuk nilai opasitasnya.

“Pada kendaraan juga kita lakukan pengecekan, apakah layak atau tidak. Yaitu dengan ramp check maupun uji emisi gas buang ini sangat penting sekali karena mereka membawa penumpang cukup banyak, jadi perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengamankan arus mudik lebaran, Ditlantas Polda Jatim menyediakan sebanyak 174 pos pengamanan, 49 pos pelayanan dan 86 pos pantau. “Baik di jalan arteri dan jalan tol ada pos pelayanan, pengamanan dan pantau,” terangnya.

Mengacu tahun lalu, lanjut Heri, jalur yang rawan kemacetan yakni simpang tiga mengkreng dan simpang empat karang loh. “Kalau rawan kecelakaan lalu lintas masih di jalur pantura,” pungkasnya.

Sementara itu, Fije Suherman, (19) sopir bus PO bus Jaya Kuning tujuan Ponorogo mengapresiasi dengan baik apa yang dilakukan sejumlah pihak itu. Dirinya juga mengaku sudah rutin setiap tahun melakukan tes serupa.”Dengan adanya ini, keselamatan penumpang dan supir dapat diminimalisir,” terangnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date