Soni Tak Akui Jumlah Korban

Mahasiswa Uniska Beri Polisi Buket Bunga

Kediri, Koran Memo – Setelah melakukan penyelidikan selama 1×24 jam Satreskrim Polres Kediri Kota melakukan penahanan terhadap Soni Sandra. Saat ini penyidik terus melakuan penyelidikan terhadap dugaan persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan Soni Sandra.

Belasan mahasiswa Uniska memberikan karangan bunga sebagai aspresiasi penangkapan Soni Sandra.
Belasan mahasiswa Uniska memberikan karangan bunga sebagai aspresiasi penangkapan Soni Sandra.

Petugas terus memintai keterangan kepada pengusaha aspal tersebut mengenai kebenaran laporan yang dibuat lima anak yang memgaku menjadi korbannya. Namun kepada penyidik Soni tidak mengakui berapa jumlah anak yang telah menjadi korbannya. “Tersangka tidak mengakui berapa jumlah korbannya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Wisnu Prasetyo saat dikonfirmasi kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (13/7) lalu Satreskrim melakukan penangkapan terhadap Soni Sandra. Tersangka diamankan petugas saat hendak cek in di Bandara Juanda, Suarabaya. Diduga siang itu sekitar pukul 12.30 WIB Soni Sandra bermaksud pergi keluar negeri.

Kepada penyidik Soni mengaku jika sebelum melakukan persetubuhan terhadap para korbannya dia memberikan obat. Namun dimintai keterangan lebih lengkap mengenai obat tersebut AKP Wisnu belum bisa mengungkapkan obat apa yang diberikan Soni kepada para korbannya. “Kita belum mengetahui obat apa yang diberikan tersangka kepada para korbannya,” ungkap AKP Wisnu.

Lalu apakah benar korban persetubuhan anak yang dilakukan Soni mencapai 15 seperti yang diberitakan ? Mengenai hal tersebut AKP Wisnu tidak dapat memastikan berapa anak yang menjadi korban Soni. Pasalnya saat dilakukan pemeriksaan Soni tidak mengakui hal tersebut.

Setelah menjalani serangkaian penyelidikan, Soni harus mendekam di balik jeruji besi. Petugas menjeratnya dengan pasal 81 UU no 35/2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara. “Setelah 1×24 jam penyelidikan kami akan melakukan penahanan terhadap Soni Sandra,” tegas Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang Widjanarko Baiin.

Sementara itu kemarin belasan mahasiswa Universitas Islam Kediri (Uniska) mendatangi Mapolres Kediri Kota. Mereka memberikan karangan bunga kepada Kapolres Kediri Kota AKBP Bambang. Hal ini sebagai apresiasi atas penangkapan Soni Sandra yang diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

“Karangan bunga ini kita berikan sebagai aspresiasi kinerja kepolisian atas penangkapan Soni Sandra. Hal ini membuktikan pihak kepolisian tidang memandang bulu dalam penegakan hukum,” ungkap Ronggo, salah satu mahasiswa.

Sekitar pukul 10.00 WIB belasan mahasiswa jurusan hukum ini sampai di Polres Kediri Kota. Bertempat di aula mapolres, para mahasiswa ini melakukan audiensi dengan Kapolres Kediri Kota terkait penangkapan bos aspal tersebut.

Seorang dari mahasiswa tersebut membacakan sebuah puisi yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Melalui seorang perwakilan, belasan mahasiswa ini kemudian memberikan satu buket karangan bunga kepada AKBP Bambang Widjanarko Baiin. (c5)

Follow Untuk Berita Up to Date