Soal 2 Pegawainya Yang Nyabu, BPPKAD Tunggu Proses Hukum

Kediri, koranmemo.com – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Kediri masih akan menunggu proses hukum umtuk memutuskan kontrak kedua pegawainya yang tertangkap petugas BNN Kota Kediri karena menjadi budak narkoba jenis sabu.

Kedua pegawai BPPKAD yakni Robert (30) pegawai honorer dan Chirs Fajar (33) sebagai satpam. Bagus Alit Kepala BPPKAD Kota Kediri mengatakan, prihatin dengan apa yang dilakukan kedua pegawainya tersebut. Pihaknya sangat mendukung program pemberantasan narkotika hingga ke akar-akarnya tersebut.

“Kita sangat prihatin, karena disatu sisi kita sedang giat-giatnya memberantas Narkotika dan sejenisnya, tapi disisi lain ada pegawai kita yang menggunakan barang haram itu,” jelasnya.

Terkait status kedua pegawainya tersebut, Bagus Alit mengatakan  keduanya bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya sebagai karyawan yang diperbantukan. “Keduanya bukan PNS, hanya karyawan yang pendukung kegiatan. Artinya jika kegiatan selesai dan tenaga pendukung kegiatan sudah tidak dibutuhkan, maka kontraknya sudah habis,” terangnya.

Namun, terkait pemutusan kontrak karena tersandung kasus penggunaan narotika itu, Bagus Alit mengatakan, masih menunggu proses hukum dan kekuatan hukum tetap. “Jika memang terbukti kita akan langsung putus kontraknya. Tapi kita harus menunggu kekuatan hukum tetap, karena itu sudah menjadi prosedur pengangkatan maupun pemutusan pegawai,” jelas Bagus Alit saat dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (20/7).

Reporter: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.