SMPN di Kabupaten Madiun Kurang Murid, Dikbud Salahkan Program KB

Madiun, koranmemo.comSejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Madiun, kekurangan murid pada tahun ajaran 2019/2020. Namun hal itu dianggap wajar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud). ‘’Kekurangan kali ini masih terbilang wajar dengan batas dalam satu rombel ada 32 siswa,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo.

Menurutnya, minimnya siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB), karena faktor sumber daya pelajar SD dari tahun ke tahun selalu minim.
Fenomena tersebut muncul sejak pemerintah memberlakukan program keluarga berencana (KB). Minimnya sumber daya itu berdampak pada pengisian kuota rombongan belajar (rombel) SMP setiap kali pelaksanaan PPDB.

Apalagi, ada persaingan sehat dengan madrasah yang membuat calon siswa punya banyak opsi menjatuhkan pilihan.
Karena itu, pihaknya akan melakukan evaluasi sekolah yang bakal di merger nanti.

Bentuk evaluasi tidak hanya menganalisis satuan pendidikan mana yang selalu minim siswa. Melainkan aspek kedekatan lokasi dengan lembaga yang berpotensi bakal digabung. ‘’Bakal dievaluasi lembaga mana yang selalu minim siswa,’’ ujarnya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date