SMADA Kediri Islamic Day

Jangan Ragu Bicara Soal Cinta Dengan Remaja

Kediri, Koran Memo – Untuk memberikan pendidikan karakter kepada remaja, khususnya SMA, cara yang diberikan tidak bisa disamakan dengan kepada anak yang masih duduk di bangku SD atau SMP. Para pendidik di sekolah tidak bisa memaksakan remaja usia SMA untuk duduk diam mendengarkan nasehat atau diberikan sanksi jika melakukan kesalahan. “Sewajarnya anak remaja, semakin mereka dikekang, mereka akan semakin menjadi,” kata Anan Santoso, Waka Kesiswaan SMA Negeri 2 Kediri.

Suasana pada acara seminar yang diadakan di halaman depan SMADA Kediri (ist)
Suasana pada acara seminar yang diadakan di halaman depan SMADA Kediri (ist)

Salah satu cara yang diterapkan adalah dengan mengadakan seminar untuk seluruh siswanya di sekolah, yang meskipun tujuannya adalah memberikan pengetahuan tentang agama, namun dikemas dalam bentuk yang cocok untuk remaja, mulai dari tema hingga narasumbernya. Tema yang diambil untuk acara yang diadakan pada Sabtu (31/10) ini adalah, “Maaf, Kamu Terlalu Baik Buat Aku” dan narasumbernya adalah Ustadz Malik dan founder Berani Berhijrah, Aldilla Darma.

Dengan tema yang ringan dan dua narasumber yang bisa dengan mudah masuk ke dunia remaja, siswa-siswi SMA Negeri 2 Kediri tentu lebih senang untuk menyimak dibanding harus mendengarkan nasehat yang panjang. “Dengan begitu tujuan kami sebagai pendidik di SMADA tercapai. Anak-anak bisa mendapatkan ilmu non formal tanpa perlu merasa digurui apalagi didikte,” ujar Anan.

Tema yang diambil memang sengaja tema yang paling dekat dengan dunia SMA, yaitu cinta. Menurut Anan, sebagai seseorang yang juga dekat dengan siswa-siswinya, dia melihat banyak masalah di dunia remaja yang dimulai dari cinta. “Hanya karena bertengkar dengan pacar, prestasi anjlok. Hanya karena rebutan satu orang, jadi bertengkar. Oleh karena itu sekolah justru senang jika anak-anak diajari terbuka membicarakan soal cinta. Seperti contohnya, ketika Koran Memo kemarin mengajak beberapa siswa untuk berdiskusi soal cinta. Itu tidak apa-apa, sebagai proses pembelajaran dan pendewasaan bagi mereka. Dan kemarin ini, acara seminar juga sedikit banyak membahas soal cinta, tapi juga dipandang dari segi agama,” jelas Anan.

Acara bertajuk Islamic Day Center ini merupakan acara tahunan SMA Negeri 2 Kediri. Setiap tahun, tema yang disajikan tidak pernah sama, namun tujuannya tetap, yaitu menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, tapi juga memiliki moral yang terpuji dan sifat-sifat yang membanggakan keluarga, sekolah dan teman-temannya. (c6)

Follow Untuk Berita Up to Date