Sita Truk Muatan Kayu Tak Berizin

Blitar, koranmemo.com – Sebuah truk nopol AG 8091 UL bermuatan kayu gelondongan disita petugas gabungan Perhutani KPH Blitar dan Polsek Lodoyo Timur, Sabtu (3/12). Truk bermuatan kayu gelondongan sebanyak 244 batang disita lantaran tak memiliki kelengkapan dokumen kepemilikan.

Kasubbag Humas Polres Blitar, AKP Eny Mayasari mengatakan, kecurigaan petugas bermula ketika truk yang dikemudikan oleh Pariyem melintas di Jalan Desa Ngeni menuju jalan Kelurahan/Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Saat itu petugas gabungan yang sedang berpatroli merasakan hal aneh.

Pasalnya truk bermuatan kayu gelondongan itu berjalan lamban seperti membawa muatan berat di jalan yang datar. Selain itu bak truk juga ditutup menggunakan terpal. Mengetahui hal itu, sesampainya di Jalan Kelurahan Sutojayan, petugas memberhentikannya untuk mengecek isi muatan truk.

“Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui isi muatan itu berupa kayu jati, kemudian petugas memeriksa kelengkapan dokumen isi muatan itu. Lantaran tak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen, truk nopol AG 8091 UL dibawa petugas perhutani ke Polsek Lodoyo Timur untuk diperiksa,” papar Kasubbag Humas Polres Blitar, AKP Eny Mayasari.

Eny menambahakan, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui isi muatan itu milik Supartono (45) warga RT 10/RW 04 Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Berdasarkan keterangan, isi muatan itu hendak dibawa ke Pasuruan untuk dijual.

“Petugas perhutani bersama petugas dari Polsek Lodoyo Timur ketika menanyakan surat perihal kayu jati yang diangkut itu. Kemudian setelah dilakukan pengecekan diketahui sebagian kayu jati yang diangkut terdapat tanda kayu dari kawasan hutan tepatnya petak 105B, 106B, 106D masuk wilayah Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar,” jelas Eny.

Eny menegaskan, lantaran tak dapat menujukan dokumen kepemilikan, untuk saat ini truk bersama isi muatan kayu gelondongan itu disita petugas untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Saat ini kami tengah melakukan penyidikan dengan memeriksa saksi serta mengamankan barang bukti. Akibat kejadian itu pihak perhutani mengalami kerugian lebih dari Rp 11 juta,” pungkasnya. (ase)

 

Follow Untuk Berita Up to Date