Siswi MTs Al Firdaus Merasa Kehilangan Neny Yang Tewas Dibacok Calon Suami

Ngawi, Koranmemo.com – Para siswi MTs Al Firdaus Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi merasa kehilangan atas kematian teman mereka Neny Agustin (16) yang tewas dibunuh calon suaminya.
Tewasnya Neny Agustin gadis berumur 16 tahun asal Dusun Kapungan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi akibat tebasan parang Muh Mudiono pada Selasa, (26/09).

Tidak sebatas membawa duka bagi keluarganya. Namun, kabar tersebut membuat duka mendalam bagi teman korban semasa sekolah maupun teman bermain di lingkungan tempat tinggal korban.

Salah satu temannya, Tina Mariyani siswi kelas 3 MTs Al Firdaus Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, mengungkapkan Neny Agustin memang sudah keluar dari MTs Al Firdaus sewaktu kelas 2 semester 2 akhir atau sekitar 5 bulan lalu.
Dan sebelum kejadian, ia  sempat pamit kepadanya sebulan lagi mau nikah dengan Muh Mudiono. “Saya sangat terkejut dan kehilangan atas meninggalnya Neny,” katanya.

Selama masih sekolah, Neny  terbilang sebagai anak pendiam dan tertutup. Bahkan dalam pergaulanya justru dengan orang-orang atau temanya luar sekolah demikian juga setiap kali curhat.

“Saya dan teman-teman sangat berduka dan merasa kehilangan. Apapun alasanya, korban diberlakukan secara keji oleh pelaku hingga berujung maut. Pelaku harus diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatanya,” ungkapnya.

Diketahui, gadis warga Dusun Kapungan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi itu tewas setelah dibacok oleh Muh Mudiono (31) warga Dusun Pondok, Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi.

Setelah itu, pelaku membacok calon ibu mertuanya, Sumiyati, kakek calon istri, Pawiro, dan Sumiyem tetangga korban.
Pelaku telah ditangkap Polres Ngawi dan dijerat Pasal 351 ayat 2 dan 3 Subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Pakar hukum di Ngawi sangat menyayangkan kalau pelaku hanya diancam dengan 15 tahun, seharusnya ancaman polisi bisa menggunakan pasal pembunuhan berencana.

Reporter: Dika Abdillah

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.