Siswa Terpidana Bisa Ikuti Ujian di Sekolah

Kediri, koranmemo.com Siswa yang tersangkut masalah hukum tetap bisa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya siswa bisa mengerjakan soal di balik jeruji besi. USBN tahun ini, siswa harus mengikuti ujian di sekolah masing-masing.

“Jika siswa ditahan karena melakukan pelanggaran hukum, tetap bisa mengikuti USBN. Tapi, kita berharap semua siswa terutama kelas XII tidak melakukan pelanggaran itu. Karena bisa mengganggu konsentrasi mereka dalam belajar,” kata Sidik Purnomo Kasi Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kediri.

Ditambahkan, pada tahun ini tidak seperti USBN tahun- tahun sebelumnya. Jika USBN pada tahun sebelumnya, siswa bisa mengerjakan soal di dalam tahanan pada tahun tidak bisa. Hal ini jelas mengganggu mental dan konsentrasi siswa itu dalam mengerjakan soal karena harus bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

“Siswa harus mengerjakan soal di sekolah masing-masing. Karena, tahun ini USBN kita menggunakan computer (USBNBK). Bagaimana bisa mengerjakan di ruang tahanan, komputernya itu kan adanya di sekolah,” jelasnya.

Terkait itu, jika terdapat siswa yang tersangkut masalah hukum pihak sekolah harus mengirim surat kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Kepolisian agar siswa yang bersangkutan bisa diizinkan untuk mengikuti USBN di sekolah. Namun, sampai saat ini Cabdindik belum mendapatkan laporan terkait siswa kelas XII yang bermasalah dengan hukum.

Untuk diketahui, pelaksanaan USBN tingkat SMK akan mulai dilakukan pada tanggal 12 Maret – 22 Maret, sedangkan untuk SMA dan MA akan dilakukan mulai tanggal 16 Maret – 31 Maret 2018.

Reporter,: Zayyin Multazam

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date