Siswa SMPN 7 Kesurupan

Blitar, Koran Memo – Sejumlah siswa SMPN 7 Kota Blitar, Senin (16/11) mengalami kesurupan. Akibatnya para guru di sekolah yang berada tepat di sebelah utara Stadion Supriyadi itu memutuskan memulangkan siswa lainnya lebih awal, sekitar pukul 11.30 WIB.

Salah satu guru berusaha menenangkan siswanya yang terngah kesurupan (rofiq/memo)
Salah satu guru berusaha menenangkan siswanya yang terngah kesurupan (rofiq/memo)

Dari Informasi yang dihimpun Koran Memo, ada 7 siswa yang kesurupan. Mereka mengamuk dan menantang orang yang ada di dekatinya, termasuk pada gurunya yang akan menolongnya. Itu dialami siswa perempuan yang semuanya kelas delapan. Meski tak sampai ada korban luka, namun kondisi mereka yang kesurupan itu cukup mengkhawatirkan.

Menurut pihak sekolah, ini kali kedua, kesurupan itu terjadi. Sebelumnya Sabtu (14/11) tujuh siswa ini juga mengalami hal serupa. Muhadi, Kepala SMP Negeri 7 menuturkan pihaknya sudah berusaha mengantisipasi kejadian tersebut. Salah satunya, dengan mendatangkan “orang pintar”. “Sabtu berhasil ditangani setelah kami datangkan orang pintar, tidak tahunya, kini kembali terjadi,” katanya.

Diamengungkapkan kejadian Senin siang itu berlangsung saat jam istirahat atau sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu mereka sedang santai bersama teman-teman lainnya, sambil duduk-duduk di taman sekolah. Mereka bergerombol, sambil makan jajan. Namun, entah apa yang terjadi, mereka mendadak berteriak-teriak seperti orang ketakutan. Karuan, teman-temannya ketakutan dan berlarian menjauh. Sebab, mereka berperilaku aneh dan matanya melotot. “Karena mereka berteriak-teriak, sehingga teman-temannya kaget. Apalagi, mereka yang kesurupan itu, semuanya sedang berada di halaman sekolah,” katanya.

Ketika didekati, mereka justru melotot dan seperti akan melawan. Itu berlangsung cukup lama atau sekitar satu jam lebih, sehingga membuat pelajar dan para guru panik. Baru setelah didatangkan orang pintar, mereka berhasil dijinakkan, dan dimasukkan ke ruang kasek. “Kami sebenarnya tidak kurang-kurang mendatangkan orang pintar, namun, tetap saja seperti ini,” paparnya.

Pihak sekolah yang panik lantas memulangkan para siswanya lebih awal, mereka takut jika siswa lainnya ketularan kesurupan. “Para siswa kami pulangkan pukul 11.30 WIB, ini lebih awal dimana jadwal pulang sekolah itu sebenarnya pukul 12.20 WIB, ini antisipasi agar kesurupan tidak menular ke siswa lainnya,”jelasnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk ketujuh siswa yang kesurupan pihaknya akan memulangkan setelah mereka tersadar dari kesurupan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Muhammad Sidiq mengatakan, pihaknya menyarankan kepada pihak sekolah agar secepatnya mengantisipasiagar tidak berdampak buruk pada psikologis siswa. Ini penting agar kegiatan belajar tetap memberikan rasa nyaman kepada para siswanya. “Dampak psikologis anak-anak, juga harus dipulihkan, jangan sampai merasa was-was atau takut akan terkena hal seperti itu,” paparnya.(fiq/rif)

Follow Untuk Berita Up to Date