Siswa SMPN 1 Bendungan Trenggalek Akan Tampil Sepanggung dengan GSP

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Memang tidak semua anak yang jauh dari asuhan orang tua menjadi anak yang sulit mengenyam pendidikan di sekolah. Bahkan terkadang stigma buruk menjalar bagaikan sebelanga berisi susu yang kemudian telah rusak. Hingga stigma salah ini menjamur di antero belahan bumi seperti yang di wilayah Kabupaten Trenggalek, sementara orang tuanya rata-rata bekerja di luar negeri, atau mungkin di kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang atau Jakarta.

Potret pendidikan di Kabupaten Trenggalek digambarkan seperti di atas sesuai yang diungkapkan Yudi Sunarko , Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Trenggalek , jika dari angka penduduk Kabupaten Trenggalek sejumlah 800 ribu jiwa, sejumlah 2 ribu jiwa bekerja di luar negeri.

“Dengan jumlah itu mereka meninggalkan anak yang masih berstatus pelajar di beberapa sekolah mulai tingkat taman kanak-kanak sampai jenjang SMA,” ungkapnya, Rabu (13/9).

Walaupun tidak berstatement bagaimana cara belajar anak yang sedang ditinggal jauh orang tuanya bekerja, namun Yudi menganggap hal ini menjadi sebuah problematika tersendiri yang harus diatasi oleh pemerintah.

Tidak seperti kisah pilu, ternyata dari sebuah daerah pegunungan di wilayah selatan Kabupaten Trenggalek muncul sosok anak di SMPN 1 Bendungan yang mampu mendobrak stigma yang tercipta di kalangan masyarakat seperti itu.

Adalah Syayfina Haqqi  , siswa kelas VIII-B SMPN 1 Bendungan putra Imam Subandi (40) bekerja di perusahaan supplier daging bebek di Jakarta  dan ibunya Kasmirah (38) ibu rumah tangga, asal RT 19 RW 7 Dukuh Sekebo Dusun Tawing  Desa Surenlor Kecamatan Bendungan sukses terpilih menjadi salah satu penari di acara Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) yang akan digelar pada Jumat (21-22/10) di Pesisir Kota wisata Prigi Watulimo Trenggalek.

Tidak main-main laki-laki dengan panggilan Afin ini akan pentas sepanggung dengan ratusan penari dari kelompok tari Kirana di bawah naungang Guruh Sukarno Putra (GSP).

Kepala Sekolah SMPN 1 Bendungan , Kabupaten Trenggalek, Priyo Suroso kepada wartawan mengatakan apa yang didapat muridnya, Afin bukan sesuatu yang tiba-tiba turun dari langit. Butuh sebuah perjuangan ulet yang dilakoninya selama ini.

“Mesti sudah beberapa kali meraih prestasi, tapi Afin masih terus mengasah kemampuannya dalam menari hingga bisa menyingkirkan 20 anak yang diambil dari seluruh sekolah di Trenggalek,” ucapnya.

Sempat tidak percaya kepada anak yang lahir di desa terpencil ini karena penggemar makanan mi instan itu harus melampaui audisi yang digelar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Trenggalek beberapa waktu yang lalu.

“Audisinya ketat , sedangkan biasanya Afin agak canggung tatkala ikut lomba yang jadwal waktunya mendadak. Tapi kali ini dia sangat percaya diri walau dihadapkan anak-anak kota,” terangnya.

Priyo Suroso mengungkapkan kerja keras pihaknya terutama guru pembina sekaligus pelatih tari seperti Herastuty Hardjono dan pelatih berbakat Mas Agung Susilo dari Sanggar Tari Surya Ratu Desa Sumurup kecamatan setempat, membuat tampilan seni tari jaranan Turonggo Yakso dibawakan secara apik terutama saat “Mendhek” (adegan jongkok di menari jaranan-red).

“Afin piawai mengolah tubuhnya saat menari jaranan apalagi pas adegan mendek,” tuturnya.

Disisi lain Priyo Suroso juga menyinggung prestasi yang ditorehkan Afin berkat keseriusannya dalam mempelajari seni budaya walau ditinggal ayahnya bekerja di Jakarta.

“Justru dengan bapaknya Afin kerja di tempat jauh , malah melecut semangatnya untuk selalu belajar dan sadar jika orang tuanya mencari nafkah untuk membiayainya sekolah,” ungkapnya.

Afin, masih kata Priyo Suroso akan memacu bakat seninya dengan tekun belajar di Sanggar Tari Surya Ratu dan tetap menjadi salah satu penyaji di grup Jaranan Krida Kusuma di daerah itu.

“Saat ini sedang belajar stamina tubuhnya dengan beralih mengkonsumsi makanan selain mi instan,” pungkasnya.

Reporter : Puthut Purbantara

Editor     : Hamzah Abdillah

Facebook Comments
Follow Us

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *