Siswa dan Guru SMK Negeri Kalitengah Minta Kepala Sekolah Dicopot

Lamongan, koranmemo.com – Guru dan siswa SMK Negeri Kalitengah Lamongan melakukan aksi demo di halaman sekolah, Selasa (26/6).  Mereka menuntut pergantian Kepala SMK Negeri Kalitengah, Andri Kusdaryanto M. karena dinilai bersikap arogan, sombong dan tidak aspiratif.

Para demonstran juga menuntut adanya transparansi keuangan dan keterbukaan dalam mengelola sekolah, dengan melibatkan semua elemen guru dan karyawan.

Menurut Sumali, koordinator Aksi, kepala Sekolah sering kali mengeluarkan kata-kata kasar dan cacian baik kepada guru, karyawan maupun murid. Bahkan pernah ada murid yang sampai   terluka dan berdarah.

“Pak Andri sangat arogan. Sering berkata kasar dan mencaci guru, karyawan dan murid. Bahkan pernah, yang paling parah hingga murid terluka dan berdarah” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sumali, kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) sudah jarang dilakukan dan organisasi Darmawanita dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga tidak diaktifkan.

“Padahal itu harusnya wajib ada. Kegiatan keagamaan, PHBI juga begitu sekarang tidak begitu di0erhatikan. Kok ya ada pondok Ramadan guru agama tidak dilibatkan padahal itu tugasnya,” ujarnya.

Puluhan masa aksi yang terdiri dari guru karyawan dan murid membubarkan diri setelah ditemui Pengawas Dinas Pendidikan yang bertugas di SMK Negeri 1 Kalitengah Ali Mujiono. Dia mengatakan permasalahan sudah dikoordinasikan dengan kepala dinas cabang provinsi. Dan segera ditindaklanjuti.
“Keputusan sementara kepala sekolah dinonaktifkan, sampai ada keputusan,” kata Ali Mujiono pada para pendemo.

Reporter: Suprapto

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date