Siswa Bingung Sistem PPDB Online Masuk SMA

Kediri, koranmemo.com – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah atas (SMA) dibuka hari ini, Senin (17/6). Aplikasi dengan aturan sistem yang baru membuat banyak murid dan wali murid kebingungan. Mereka mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri guna mendapatkan kejelasan.

Puluhan siswa dan walimurid mendatangi kantor Cabdindik wilayah Kediri. Mereka menanyakan sistem pendaftaran SMA yang dianggap membingungkan.

Salah satu siswa, Mohammad Trio warga Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto Kota Kediri mengataku bingung dengan sistem yang sekarang. Pasalnya, dia yang mendaftar di SMAN 7 Kota Kediri berjarak sekitar 2.053 meter dari rumahnya tidak bisa diterima. Sedangkan, temannya yang jarak rumah dengan SMAN 7 sekitar 2.138 meter justru diterima.

“Padahal kalau pakai NUN (nilai ujian nasional) punya saya lebih tinggi 22,00, sedangkan teman saya itu 19,50. Ini saya mau tanyakan kesini,” ujarnya, Senin (17/6).

Putri Alifiani dari Desa Jeruk Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan, akan memblokir PIN yang telah dia gunakan untuk mendaftar di SMA untuk pindah mendaftar di SMK. Pasalnya, dia baru tahu jika Kecamatan Ngasem masuk irisan ketika mendaftar di SMA Kota.

“Irisan itu ternyata cuma 2 persen, makanya saya mau pindah ke SMK Ngasem saja mumpung hari ini pengambilan PIN masih dibuka. Tapi, katanya harus blokir PIN yang lama dulu,” jelasnya.

Sumiarso Kepala Cabdindik wilayah Kediri memgatakan, hari pertama pendafataran siswa yang mendapatkan informasi belum diterima oleh sistem diminta untuk bersabar. Pasalnya, lalu lintas pendaftaran di aplikasi padat sehingga mereka yang belum diterima antre terlebih dahulu.

“Ini bukannya tidak bisa mendaftar, tapi belum karena masih antre dulu. Dimasukkan satu per satu, lalu lintasnya padat jadi agak lama, makanya saya minta terus pantau websitenya ppdbjatim.net. Perlu diketahui jika hari ini sampai tanggal 20 Juni nanti baru sekedar mendaftar saja, diterima atau tidak itu akan diumumkan di website dan di tempel di sekolah – sekolah mulai tanggal 21 Juni puku 01.00 WIB,” jelasnya.

Reporter Zayyin Multazam Sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date