Sidang Praperadilan, PH Pemohon Pertanyakan SPDP

“Jadi, untuk jadwal sidang selanjutnya adalah besok mendengarkan jawaban, lalu hari selanjutnya replik, duplik, bukti, baik surat kalau ada ya silahkan, tanggal 5 saksi, tanggal 6 kesimpulan dan selasanya insyaallah putusan,” ujar Ery sembari mengetok palu menutup agenda persidangan.

Sementara, penasihat hukum pemohon, Hands Edward Hehakaya, SH dikonfirmasi terkait alasan pemohon mengajukan Pra Peradilan terhadap Polres Lamongan mengatakan bahwa pihaknya mempertanyakan penetapan tersangka kliennya oleh termohon. Kami fokus Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap kliennya yang belum diberitahukan.

“Mulai awal kita atau klien belum sama sekali menerima SPDP itu. Makanya itu kami mengajukan Pra Peradilan ini. Saya fokus untuk SPDP nya karena sudah ditentukan dalam keputusan Mahkamah Konstitusi. Sekarang ditambah harus dikasihkan ke pelapor dan terlapor, akan tetapi posisi terlapor harus masih saksi,” jelentrehnya.

Disinggung mengenai penetapan tersangka dengan minimal dua alat bukti, kembali Edward menjelaskan bahwa yang saya permasalahkan SPDP nya. “Yang tak omongno iki SPDP nya, bukan yang lainnya,” terangnya.

Edward menceritakan, kliennya atas nama Liem Donni dilaporkan penggelapan oleh Simon. Awal mulanya itu, keduanya terlibat permasalahan tanah (pembebasan lahan) yang ada di wilayah Kecamatan Kembangbahu. Dalam proses, kemudian Liem Donni ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Lamongan lalu dilakukan penahanan.

Dia mengakui jika tidak mau mencampuri urusan penyidik. Namun, perlu diketahui jika penetapan tersangka
itu ada tiga. “Yang pertama murni dua alat bukti, pada saat pemeriksaan tidak didampingi pengacara, dan yang ketiga adalah SPDP,” tambah Edward saat memberikan argumen hukumnya pada awak media.

Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat ditanya mengenai persiapan untuk agenda jawaban esok hari, Selasa (12/2), mengaku jika sudah siap tempur. “Kami sudah siapkan untuk jawabannya. Mengenai berapa lembarnya, dipastikan sangat banyak. Saya lupa,” pungkas Norman.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date