Sidang Praperadilan Ditunda Lagi, Ada Apa…?

Surabaya, koranmemo.com – Sidang lanjutan gugatan Praperadilan atas penanganan kasus dugaan pelecehan mantan perawat RS di Surabaya Zunaidi Abdillah terhadap pasien digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (26/3/2018).

Sidang digelar dengan hakim tunggal Cokorda Gede Artana SH. Dalam sidang ini, pihak Polrestabes Surabaya yang diwakili KasubagHukum, Kompol Aloysius Alwer belum memberi jawaban atas gugatan pada hakim.

Tak pelak, sidang yang dilaksanakan di ruang Sari 3 itu batal digelar. Saat membuka sidang, Cokorda Gede Artana selaku hakim tunggal langsung bertanya kepada pihak Polrestabes Surabaya.

Namun, Kompol Aloysius Alwer langsung memberi jawaban kepada hakim secara lisan. “Kami meminta jawaban besok, yang mulia,” ungkapnya Aloysius kepada hakim Cokorda Gede Artana.

Atas jawaban ini, hakim menunda sidang. Sesuai rencana, sidang praperadilan yang dimohonkan Zunaidi Abdillah akan dilanjut pada Selasa besok,(27/3/2018).

Usai sidang, Kompol Aloysius Alwer mengaku siap menjalani sidang besok.“Besok saja akan diinformasikan kepada rekan-rekan tentang apa yang akan kami jawab terhadap termohon. Dalam hal ini, Polrestabes Surabaya siap dalam aspek apapun,” tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Zunaidi Abdillah, M Sholeh SH kecewa atas penundaan sidang.“Ini justru menambah kekecewaan kami. Ternyata sampai sekarang belum siap juga. Idealnya mereka sudah siap jawaban saat sidang kedua,” tutur Soleh.

Menurutnya, dalam sidang pekan lalu, Polrestabes tidak hadir dengan dalih menyiapkan pokok perkara. Tapi saat sidang kedua, ternyata masih belum ada jawaban.

“Ini kan lucu. Pokok perkara itu tidak ada urusannya dengan polisi. Pihak yang menyiapkan bukti dan sebagainya adalah jaksa. Ketika tahap P21 sudah dilalui, semuanya akan pindah ke jaksa,” ungkapnya.

Soleh menyampaikan, sidang praperadilan ini dikejar waktu. Bila pokok perkara sudah disidangkan, otomatis praperadilan yang diajukan kliennya akan gugur.

Namun, dia tak gentar untuk tetap mengajukan gugatan ini meskipun peluang bisa lanjut sangat tipis. Pihaknya yakin penetapan tersangka itu prematur dan tidak memenuhi dua alat bukti yang cukup.

“Ini menunjukkan jika polisi tidak percaya diri. Cuma takut kalah sehingga menunda sidang praperadilan,” tegasnya.

Gugatan yang diajukan Zunaidi Abdillah, melalui Soleh untuk menganulir status tersangka dan juga memulihkan nama baik Zunaidi Abdillah di hadapan publik.

Pasalnya, langkah yang dilakukan Zunaidi Abdillah adalah menolong korban. Dalam materi gugatan praperadilan diuraikan kronologis kasus ini versi pemohon.

Kronologinya, setelah operasi penyakit, Zunaidi Abdillah dituduh melakukan tindak asusila terhadap pasien pada 23 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 11.30 WIB sampai 12.00 WIB.

Diantar Dyah dan Amalia, Zunaidi Abdillah menemui korban pada 24 Januari 2018 lalu, pukul 12.00 WIB. Artinya ada durasi waktu 24 jam setelah kejadian.

“Pertanyaannya, apakah logis orang mendapat tindakan pelecehan tetapi diam saja. Justru masalah itu dipermasalahkan setelah 24 jam?,” sebut Soleh.

Reporter: M. Fauzi/A. Alamuddin

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date