Sidang Lanjutan Praperadilan Kapolres Lamongan, Giliran Termohon Sampaikan Jawaban

Lamongan, koranmemo.com – Hari kedua sidang pra peradilan dari tujuh hari yang sudah dijadwalkan oleh hakim tunggal, Ery Acoka Bharata, S.H.,SE.,M.M atas pemohon Liem Donni Hariyanto Talim digelar di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Lamongan, Selasa (12/2).

Penasihat hukum pemohon pra peradilan, Hands Edward Hehakaya, SH kali ini terpantau tidak menghadiri persidangan dengan agenda jawaban dari pihak termohon dan hanya diwakilkan oleh rekannya, Surya, SH. “Pak Hands lagi ada acara lain. Jadi tidak bisa datang di persidangan,” kata Surya saat memberikan keterangan dihadapan majelis hakim.

Dalam agenda jawaban oleh pihak Kapolri c.q, Kapolda Jatim c.q, Kapolres Lamongan selaku termohon yang diwakili Bidkum Polda Jatim serta Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat saat itu menyerahkan beberapa lembar jawaban atas permohonan praperadilan yang diajukan oleh pemohon kepada majelis hakim.

Dalam kesempatan yang diberikan majelis atas jawaban dari termohon saat itu, Surya, SH menanggapi dengan tidak mengajukan keberatan. Untuk itu, kembali hakim tunggal Ery sembari mengetuk palu tanda sidang ditutup, memberikan waktu dan kesempatan kepada kuasa pemohon untuk mengajukan jawaban (Replik) pada hari Rabu (13/2).

Diketahui, dalam salah satu point permohonan praperadilan yang berhasil dihimpun, bahwa penasihat hukum pemohon menilai penetapan status tersangka oleh pihak kepolisian tidak tepat, alasannya, SPDP tidak pernah sama sekali diberikan kepada pihak pemohon. Padahal, hal itu ada ketentuan Mahkamah Konstutusi yang mengatur.

“Penetapan tersangka tidak didasari ketentuan hukum yang berlaku. Sesuai keputusan MK tertanggal 11 Januari 2017 melalui putusan No 130/PUU-XIII/2015 yakni tidak adanya pemberitahuan SPDP sebelum proses ditetapkan tersangka. SPDP itu harus diberikan kepada pelapor dan terlapor,” bebernya.

Meski begitu, pihak termohon melalui kuasa hukumnya, AKBP Nenik Sriwidariatiningsih, S.H.,M.H dan Kompol Erwin Annas, S.E.,M.H menanggapi hal itu dengan tidak akan menanggapi satu persatu dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya terkecuali hal-hal yang diakui kebenarannya. Hal itu seperti tertuang dalam draft jawaban sebanyak 8 lembar yang diajukan pihak termohon melalui kuasa hukumnya kepada hakim tunggal, Selasa (12/2) pagi.

Dari 8 lembar jawaban tersebut terdapat 9 point tanggapan dari termohon atas permohonan pra peradilan yang diajukan pemohon, hingga eksepsi terdapat 4 point yang menyatakan jika termohon dalam melakukan penetapan tersangka sudah sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date