Sidang Kasus Penipuan Periksa Saksi Meringankan

Pasuruan, Koranmemo.com – Sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Imroatul Mustafidah alias Pipit, warga asal Dusun Lumbang Krajan, RT: 03 RW: 07, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen Pasuruan yang dilaporkan oleh korbannya berinisial YY, Kamis (9/11) memasuki persidangan dengan pemeriksaan saksi meringankan untuk terdakwa atau a de charge.

Persidangan dipimpin Hakim Ketua Aswin Arif, beranggotakan Ricki Zulkarnaen dan A. Rico H. Sitanggang. Terdakwa yang didampingi penasihat hukum yakni Faizah, menghadirkan 3 saksi yakni Imam (43), Sugeng (39) dan Joko (55).

Faizah penasihat hukum terdakwa mengatakan, mereka keberatan dengan yang disampaikan oleh para saksi dari pihak korban dalam persidangan sebelumnya.

“Dihadirkannya 3 saksi dan terdakwa tersebut menjelaskan bahwa soal yang menjerat terdakwa ini adalah soal utang piutang, sebelumnya terdakwa pun sudah kooperatif, ia telah 4 kali mencicil utangnya kepada korban,” jelas Faizah.

Mengenai ketidak sesuaian mobil yang dijanjikan terdakwa kepada korban yakni mobil xenia, sesuai pertanyaan JPU Nurdina Hakim. Terdakwa pun berkelit bahwa alasan terdakwa tidak sesuai janji mengambil mobil xenia dikarnakan uang  pinjaman sebesar Rp 10 juta yang diterima terdakwa dari korban tidak cukup untuk DP kredit mobil Xenia tersebut. Sebagai gantinya terdakwa menganti dengan mengkredit dua unit mobil sedan Mercy dan Volvo.

“Karena tidak cukupnya dana 10 juta tersebut untuk DP kredit Xenia, akhirnya sebagai gantinya terdakwa ini mengganti dengan mengkreditkan dua unit mobil sedan Mercy dan Volvo. Dan terdakwa ini hanya berhutang sekitar  Rp 10 juta kok bukan Rp 20 Juta-an seperti yang dikatakan korban,”  imbuhnya.

Dalam persidangan tersebut, korban pun tidak bisa hadiri dan diwakili penasihat hukum. Menanggapi hal tersebut,  M. Zubair A. Rasyid sebagai penasihat hukum korban menjelaskan,  saksi yang dihadirkan terdakwa tidak berbobot, seharusnya,  saksi itu harus mengetahui secara keseluruhan perihal permasalahan tersebut.

“Saksi kan harus mengalami sendiri, mengetahui sendiri kejadian tersebut, tapi ini malah kata orang lain. Dan tentang korban YY ini,  saksipun tidak tahu kecuali terdakwa,” tandasnya.

Sekedar mengingat kembali, di persidangan sebelumnya, korban berserta para saksi-saksinya menguatkan korban bahwasannya, terdakwah ini menggelapkan uang korban sebesar  Rp 10 Juta yang diberikan sebagai uang muka mobil kreditan xenia.

“Kalau maaf sih saya maafin, akan tetapi proses hukum harus berjalan. Sebagai bentuk hukuman akibat tindakan yang dilakukan oleh Pipit. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada hakim, yang jelas hukuman harus diputus secara seadil-adilnya,” jelas korban kepada koranmemo.com

Reporter: Hamzah Pujiono S.Ag

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.