Sidang Kasus Penggelapan Uang Pembebasan Lahan, Hakim Kabulkan Inzage PH Terdakwa 

Lamongan, koranmemo.com – Di penghujung pemeriksaan saksi 7 orang dalam lanjutan perkara dugaan penggelapan uang miliaran rupiah yang melibatkan Liem Donni Hariyanto Talim, akhirnya ketua majelis hakim, Muh. Saenal, S.H., M.Hum mengabulkan permohonan inzage penasihat hukum terdakwa, Kamis (11/7) petang.

Ketua majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan untuk memindahkan uang pengembalian senilai kurang lebih Rp 2,9 Miliar itu ke rekening Pengadilan Negeri Lamongan. “Dengan demikian bahwa penasihat hukum meminta untuk dipindahkan ke rekening PN Lamongan, dan harus pak Jaksa sendiri,” ujar ketua majelis hakim.Sementara, JPU Kejari Lamongan, Andhika bakal melakukan pemanggilan ulang terhadap istri terdakwa sebab dijadwalkan dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi kali ini, Istri terdakwa, Nenci yang berperan sebagai penerima uang pembebasan lahan miliaran rupiah itu tidak datang.

Sebelumnya, dalam pemeriksaan saksi 7 orang yang pernah dipanggil dalam sidang sebelumnya kembali dihadirkan saat itu. Setelah dilakukan pemeriksaan Ketua majelis hakim, Muh. Saenal, S.H.,M.Hum dalam agenda kali ini, melontarkan pertanyaan terkait pembayaran pembebasan lahan.

Dalam beberapa keterangan saksi, salah satunya, Gunawan yang berstatus orang kepercayaan Simon (saksi korban), meyakinkan majelis hakim bahwa uang senilai Rp 66,8 Miliar sudah dibayarkan ke terdakwa melalui nomer rekening istri terdakwa. Selain itu, nilai sebesar itu juga termasuk pembayaran tanah yang disebut Tanah Negara (TN)

Namun, setelah saksi lain Anwar dan Karim selaku kuasa jual dalam persidangan mengaku jika dalam proses pembayaran, terdakwa sudah melakukan pembayaran namun ada kekurangan. Namun, saksi Anwar masih mempertahankan Ikatan Jual Beli (IJB) lantaran terdakwa yang waktu itu menjadi kuasa beli menganggap pembayaran masih ada kekurangan.

Namun dari kesemua saksi yang hadir dicerca pertanyaan oleh majelis hakim, muncul fakta persidangan jika saksi Anwar dan saksi Karim maupun Yulianto selaku broker dalam perkara tersebut sama-sama mendapatkan keuntungan meskipun dalam proses sidang kali ini dengan agenda pemeriksaan saksi banyak sekali hal menarik. Diantaranya, sebagaian petani selaku pemilik lahan juga menjadi dampak dari kejadian ini.

Disisi lain, Simon Halim diklarifikasi terkait keterangan PH terdakwa Hands Edward Hehakaya menyebutkan jika uang yang dijadikan barang bukti (BB) pengembalian uang oleh terdakwa dan mantan kades itu sudah disimpan di dalam cek. “Itu bukan BG. Uang senilai Rp 1,2 M dan 1,6 itu disimpan di 2 cek. Jika minta dihadirkan kita pun siap,” jelasnya.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date