Sidak Tambang, Temukan Sejumlah Pelanggaran

Nganjuk, koranmemo.com –  Tim gabungan Satpol PP Pemkab Nganjuk, Polres Nganjuk, Kodim 0810/Nganjuk, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, melakukan sidak di tiga titik galian tambang di wilayah Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, Kamis (11/10). Hasilnya, petugas menemukan adanya sejumlah pelanggaran dalam kegiatan penambangan tersebut.

Pantauan koranmemo.com, sidak diawali di dua titik galian yang ada di Desa Jatigreges Kecamatan Pace, milik Mulyono, warga Kelurahan Kartoharjo Kota Nganjuk. Namun, pekerja galian tidak bisa menunjukkan surat izin ketika petugas mempertanyakan. Sehingga, petugas meminta kepada pemilik galian tambang untuk segera menyerahkan copy izin ke kantor Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup.Sementara, masih di desa yang sama, pada galian milik Sugiharto, warga Ngudikan Kecamatan Wilangan, petugas belum menemukan pelanggaran yang berarti. Ketika diperiksa, surat izin masih berlaku hingga 2019. Kendati demikian, petugas berpesan kepada pemilik tambang agar tetap mematuhi aturan yang berlaku, supaya tidak sampai menimbulkan protes di kalangan warga sekitar.

Selanjutnya, petugas bergeser di Desa Gondang Kecamatan Pace, menuju galian milik Putut Widhi Priyatno, warga Sukomoro. Setelah sampai di lokasi, petugas dibuat kaget  ketika melihat kedalaman galian yang melebihi batas normal. Bahkan, diperkirakan kedalaman galian di lokasi ini mencapai 20 meter, dan sudah keluar sumber air di beberapa titik galian.

Lantaran dianggap membahayakan warga, petugas akan segera melakukan koordinasi dengan pemilik. Apalagi, saat sidak dilakukan tidak ada seorang kuli galian yang di lokasi.

“Salah satu galian yang ada di Desa Gondang sudah melebihi batas kedalaman. Bahkan  di beberapa titik galian sudah muncul sumber air. Kondisi ini tentu membahayakan warga sekitar ketika musim hujan,” ungkap Suprayogi, Kabid Penegak Perundang-Undangan Satpol PP Pemkab Nganjuk.

Ditgaskan, pihaknya akan segera memanggil pengusaha tambang untuk melakukan koordinasi, agar sumber air yang ada ditutup. “Kami akan panggil pemilik tambang agar segera menutup sumber air yang ada, karena berbahaya bagi warga,” tandasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date