Sidak Swalayan, Dinkes Temukan Kemasan Rusak dan Jadi Sarang Tikus

Tulungagung, Koranmemo.com -Memasuki bulan Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa toko dan swalayan, Rabu (8/5). Hasilnya sangat mengejutkan, petugas menemukan produk yang rusak bahkan tempat penyimpanan barang jadi sarang tikus dan serangga.

Kepala Dinkes Tulungagung Mohammad Mastur melalui Kasi Perbekalan dan Kefarmasian Masduki mengatakan beberapa toko grosir yang disidak adalah toko Mulia Jaya, Toko Warna Agung, dan Toko Nusa Indah yang berada di Jalan Adi Sucipto masuk Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung. Toko Tentrem dan Toko Niki Sae di Jalan Kapten Kasihin masuk Desa Plandaan Kecamatan Kedungwaru. Toko Sumber Makmur Agung, Toko Ciko Mart, dan Toko Niki Sae di Kecamatan Karangrejo. “Sidak akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Dijelaskan dari delapan toko itu pihaknya menemukan mayoritas sarana distribusi grosir tersebut belum menerapkan cara distribusi pangan yang baik. Diantaranya, penataan barang yang langsung bersentuhan dengan dinding/lantai dan tumpukan barang melebihi batas sehingga merusak kemasan sekunder/primer.

Beberapa yang tidak menerapkan sistem stok. Selain itu lanjut Masduki, toko-toko tersebut juga tidak memiliki program pengendali hama pada tokonya. Sehingga tempat tersebut menjadi sarang serangga dan tikus.

“Ini sangat membahayakan bagi kesehatan, apalagi kotoran dan cacahan tikus adalah sumber penyakit hantafisrus, salmonella, dan leptospirosis,” terangnya.

Disinggung soal izin produk, beberapa toko tidak memberikan tempat sendiri untuk produk yang rusak/kedaluwarsa juga tidak disendirikan. Diantaranya, mentor, permen cokelat, dan roti.“Temuan produk yang rusak dan kedaluwarsa langsung kami keluarkan dari etalase,” tegasnya.

Atas temuan ini lanjut Masduki, ke delapan toko tersebut bakal diberikan surat teguran. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal memanggil pengelola atau pemilik toko untuk diberikan sosialisasi cara-cara penataan barang/produk yang sesuai prosedur.

Masduki menambahkan, sidak ini bakal dilakukan terus-menerus hingga lebaran mendatang. Sebab, selama bulan Ramadan dipastikan permintaan makanan dan minuman akan naik. Menurutnya, sasarannya tidak melulu pada toko retail atau grosir, melainkan juga parsel dan takjil.

Reporter Yopy sandra wijaya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date