Sidak SMPN 1 Kertosono,Komisi IV Minta Siswa Kurang Mampu Dibantu

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lembaga pendidikan SMPN 1 Kertosono, Senin (27/11) pagi. Dalam kesempatan itu meteka meminta kepada lembaga sekolah agar tidak menjadikan dunia pendidikan sebagai ajang bisnis.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Mohammad Imron mengungkapkan, lembaga sekolah merupakan tempat untuk memperoleh pendidikan yang bertujuan mencerdaskan bangsa. “Jadi jangan sampai lembaga sekolah dijadikan ajang bisnis,” ungkapnya.

Sidak dilakukan atas dugaan pungutan terhadap peserta didik kurang mampu yang dilakukan oleh SMPN 1 Kertosono. Dugaan pungutan ini berimbas pada salah satu wali murid di lembaga sekolah tersebut, yakni

Supeno (53) dan Sumianti (48) warga Desa Pecuk Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk, yang merupakan orang tua dari Muhammad Risky Priyanto, kelas IX-E di sekolah tersebut.

Informasi yang dihimpun, Sumianti mengaku telah membayar uang sebesar Rp 700 ribu ke pihak sekolah. Akan tetapi oleh pihak sekolah belum diberi bukti kuitansi pembayaran. Saat disinggung mengenai masalah ini, pihak sekolah berdalih akan memberikan kuitansi tersebut ke Risky.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah inilah, akhirnya Sumianti selalu menanyakan kuitansi pembayaran setiap Risky pulang sekolah. Akan tetapi di luar dugaan, Risky malah meninggalkan rumah tanpa pamit dan tidak masuk sekolah selama hampir dua minggu tanpa diketahui penyebabnya.

Bahkan, Risky dikabarkan bekerja di proyek jalan tol di wilayah Sukomoro Nganjuk sebagai kuli kasar. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran orang tua Risky, hingga Sumianti sempat jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit Kertosono.

Hal senada disampaikan, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Karyo Sulistyo. Menurutnya, lembaga sekolah merupakan piranti penting dunia pendidikan untuk mencerdaskan bangsa. “Dengan adanya kasus Risky ini, membuka mata kita akan pentingnya perhatian terhadap dunia pendidikan,” tuturnya.

Dalam sidak kali ini, Karyo menyempatkan diri mengantarkan Risky ke sekolah dan membujuknya untuk kembali aktif bersekolah. Dia juga meminta pihak SMPN 1 Kertosono untuk membebaskan segala pembayaran bagi siswa miskin atau kurang mampu. “Termasuk terhadap Risky, terlebih dia memiliki KIP,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kertosono, Hariyanto mengatakan, pihaknya sebenarnya telah melakukan pembinaan yang terbaik bagi seluruh peserta didik, terutama perhatiannya terhadap siswa yang kurang mampu. “Kami membebaskan segala pembayaran bagi siswa yang kurang mampu,” ucap Hariyanto.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz