Siaran Pers PWI Perwakilan Kediri pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70

Saudara sebangsa dan setanah air
70 tahun sudah bangsa Indonesia yang kita cintai di proklamirkan. Artinya, perjuangan bangsa Indonesia dalam membentuk satu kesatuan sebagai bangsa nation dan membentuk negara yang merdeka mencapai titik kulminasi dengan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 70 tahun yang lalu.

Ketua PWI Perwakilan Kediri Mega Wulandari
Ketua PWI Perwakilan Kediri Mega Wulandari

Merdeka berarti bebas menentukan ekpresi, pikiran dan pendapat demi kemajuan positif bagi bangsa dan negara Indonesia sebagaimana tertuang dalam tujuan kemerdekaan, yakni ; untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara yang dikelola secara madiri dari dan oleh rakyat sebagai pemangku sah negeri ini.

Kemerdekaan yang diraih itu, tidak lepas dari peran media masa yang secara konsisten mengkawal hingga terwujudnya kemerdekaan bangsa ini. Peran media sebagai institusi penyebar informasi sangat efektif membangun kesadaran dan semangat rakyat Indonesia untuk berdaulat melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Sebagai elemen yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers memiliki beban dan tanggung jawab besar dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Negara demokrasi, yakni negara yang mengarusutamakan kepentingan rakyat, adalah negara yang mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan.

Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara demokrasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab memegang peranan penting dalam masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintah yang demokrasi.

Dinamikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkembang, menyeret peran dan fungsi seluruh elemen negara pada peran dan fungsinya masing-masing. Ancaman degradasi rasa patriotisme kebangsaan dihampir seluruh lini kehidupan bernegara, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan bangsa yang kita cintai.

Upaya penarikan peran pers dari garis peran uatamanya menuju kepentingan poliotis dan kepentimngan parsial , menghimpit dan mengusik peran pers sebagai kontrol sosial yang independen.

Tidak dipungkiri, tugas dan peran media sebagai pengkawal proses kehidupan yang demokratis dan berkeadilan dalam penyelenggaraan tata pemerintahan dan tata sisoal, acapkali dinodai ulah oknum pelaku media masa yang tidak konsisten dengan peran dan fungsiknya. Intimidasi pada kelompok tertentu, pemberitaan yang tidak berimbang, hingga penghakiman pemberitaan yang berujung ada transaksi tertentu, adalah beberapa contoh penyimpalngan peran dan fungsi media masa.

Disatu sisi, pers acapkali menghadapi himpitan dan tekanan situasi politik dan kepentingan lokal, mengakibatkan para wartawan serimngkali dihantui rasa ketakutan dalam melipu sebuah peristiwa dan kasus yang terjadi. Asas mnetralitas dan objektifitas pemberitaaan pun akhirnya cenderung dikesampingkan.

Untuk itu kami Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kediri menyerukan :
1. Menentang segala upaya pemberangusan kebebasan pers, baik yang dilakukan oleh negara maupun kelompok kepentingan tertentu.
2. Menentang upaya kriminalisasi kerja pers yang independen dan profesional sebagaimana yang tertuang dalam draf revisi kata kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).
3. Menentang segala tudingan miring atas kerja pers yang independen dan profesional sebagai seuatu yang bersifat kontra produktif.

PWI berharap, peran penting media secara historis yang melekat dengan perjalanan kehidupan berangsa dan bernegara, tidak dinodai dengan kepentingan parsial dan kontra produktif. Jika itu terjadi, maka negara ini ibarat kacang lupa dengan kulitnya terhadap peran yang telah dilakukan dunia pers.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indoesia yang ke 70.

Kediri, 17 Agustus 2015

Atas Nama PWI Perwakilan Kediri

Mega Wulandari
Ketua

Saudara sebangsa dan setanah air
70 tahun sudah bangsa Indonesia yang kita cintai di proklamirkan. Artinya, perjuangan bangsa Indonesia dalam membentuk satu kesatuan sebagai bangsa nation dan membentuk negara yang merdeka mencapai titik kulminasi dengan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 70 tahun yang lalu.

Merdeka berarti bebas menentukan ekpresi, pikiran dan pendapat demi kemajuan positif bagi bangsa dan negara Indonesia sebagaimana tertuang dalam tujuan kemerdekaan, yakni ; untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Negara yang dikelola secara madiri dari dan oleh rakyat sebagai pemangku sah negeri ini.

Kemerdekaan yang diraih itu, tidak lepas dari peran media masa yang secara konsisten mengkawal hingga terwujudnya kemerdekaan bangsa ini. Peran media sebagai institusi penyebar informasi sangat efektif membangun kesadaran dan semangat rakyat Indonesia untuk berdaulat melepaskan diri dari belenggu penjajahan.

Sebagai elemen yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers memiliki beban dan tanggung jawab besar dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Negara demokrasi, yakni negara yang mengarusutamakan kepentingan rakyat, adalah negara yang mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan menyampaikan pikiran, baik secara lisan maupun tulisan.

Pers adalah salah satu sarana bagi warga negara untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat serta memiliki peranan penting dalam negara demokrasi. Pers yang bebas dan bertanggung jawab memegang peranan penting dalam masyarakat demokratis dan merupakan salah satu unsur bagi negara dan pemerintah yang demokrasi.

Dinamikan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkembang, menyeret peran dan fungsi seluruh elemen negara pada peran dan fungsinya masing-masing. Ancaman degradasi rasa patriotisme kebangsaan dihampir seluruh lini kehidupan bernegara, menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan bangsa yang kita cintai.

Upaya penarikan peran pers dari garis peran uatamanya menuju kepentingan poliotis dan kepentimngan parsial , menghimpit dan mengusik peran pers sebagai kontrol sosial yang independen.

Tidak dipungkiri, tugas dan peran media sebagai pengkawal proses kehidupan yang demokratis dan berkeadilan dalam penyelenggaraan tata pemerintahan dan tata sisoal, acapkali dinodai ulah oknum pelaku media masa yang tidak konsisten dengan peran dan fungsiknya. Intimidasi pada kelompok tertentu, pemberitaan yang tidak berimbang, hingga penghakiman pemberitaan yang berujung ada transaksi tertentu, adalah beberapa contoh penyimpalngan peran dan fungsi media masa.

Disatu sisi, pers acapkali menghadapi himpitan dan tekanan situasi politik dan kepentingan lokal, mengakibatkan para wartawan serimngkali dihantui rasa ketakutan dalam melipu sebuah peristiwa dan kasus yang terjadi. Asas mnetralitas dan objektifitas pemberitaaan pun akhirnya cenderung dikesampingkan.

Untuk itu kami Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kediri menyerukan :
1. Menentang segala upaya pemberangusan kebebasan pers, baik yang dilakukan oleh negara maupun kelompok kepentingan tertentu.
2. Menentang upaya kriminalisasi kerja pers yang independen dan profesional sebagaimana yang tertuang dalam draf revisi kata kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).
3. Menentang segala tudingan miring atas kerja pers yang independen dan profesional sebagai seuatu yang bersifat kontra produktif.

PWI berharap, peran penting media secara historis yang melekat dengan perjalanan kehidupan berangsa dan bernegara, tidak dinodai dengan kepentingan parsial dan kontra produktif. Jika itu terjadi, maka negara ini ibarat kacang lupa dengan kulitnya terhadap peran yang telah dilakukan dunia pers.

Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indoesia yang ke 70.

Kediri, 17 Agustus 2015

Atas Nama PWI Perwakilan Kediri

Mega Wulandari
Ketua

Follow Untuk Berita Up to Date