Siagakan Personel di Hutan untuk Antisipasi Kebakaran Akibat Balon Udara

Trenggalek, koranmemo.com – Puluhan petugas Perum Perhutani Kediri Selatan tengah siaga di kawasan hutan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat balon udara. Meskipun terdapat larangan, rupanya tak menyurutkan tekad warga untuk tetap melestarikan tradisi balon udara sebagai wujud suka cita lebaran kupat. Akibatnya petugas kepolisian mengamankan belasan balon udara yang hendak diterbangkan.

Keberadaan balon udara yang terbang secara liar dianggap membahayakan penerbangan. Selain itu, juga berpotensi menyebabkan kebakaran hutan maupun korsleting listrik jika sampai nyangkut di instalasi kelistrikan. Berkaca dari tahun sebelumnya, setidaknya terjadi tiga kali kebakaran akibat balon udara. Kebakaran itu terjadi di wilayahnya Gunung Kebo dan Gunung Jaaz.

“Kebakaran di Gunung Kebo sebanyak dua kali, di Gunung Jaaz sekali. Meskipun skala kecil, namun sangat membahayakan. Kebakaran (dulu,red), mungkin ada sekitar setengah hektare, “ kata Andy Iswindarto, Wakil Administratur Perum Perhutani wilayah Kediri Selatan, Rabu (12/6).

Meskipun kebakaran segera dapat ditanggulangi sehingga meminimalisir kerugian negara, Andy menilai tradisi tahunan itu selalu menyedot perhatian. Tak ingin terulang, pihaknya menyiagakan sebanyak 50 personel di beberapa kawasan hutan yang dinilai krusial. Misalnya di kawasan Gunung Kebo, Gunung Jaaz, Gunung Orak Arik dan beberapa titik krusial lainnya.

“Ada lagi di wilayah Timahan, Pogalan, Durenan dan beberapa lokasi rawan lainnya. (Tadi,red) sudah saya perintahkan kepada jajaran untuk stanbye di lokasi rawan. Paling tidak, dua atau tiga hari ke depan,” kata Andy.

Sejauh yang dia ketahui, berdasarkan perolehan data di lapangan terdapat satu balon udara yang mendarat di kawasan hutan wilayah Desa Timahan Kecamatan Kampak. Namun api sudah padam ketika balon udara mendarat. “Beruntung api sudah mati saat masih di udara. Petugas yang di sana langsung mengevakuasi, tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Tidak sampai menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Koranmemo.com, setidaknya sebanyak 15 balon udara gagal terbang karena dirazia petugas kepolisian. Kendati demikian, sebanyak lima balon telah berhasil mengudara dan mendarat dengan mulus tanpa menimbulkan kerusakan seperti belakangan marak terjadi di sejumlah daerah. Balon itu disita dari sekelompok warga di wilayah Kecamatan Tugu, Gandusari, Pogalan dan Durenan.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date