Sholat Subuh Berjamaah Kunci Ketentraman Negara

Tulungagung, koranmemo.com – Banyak cara yang dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan menjaga kedaulatan negara. Selain melakukan penegakan hukum, mereka juga melakukan tindakan yang bersifat preventif. Apalagi Indonesia diguncang berbagai bencana alam.

Seperti halnya yang dilakukan Polres Tulungagung dan Kodim 0807 pada Minggu (30/12) pagi. Untuk mewujudkan Kota Marmer yang aman, tentram, damai, dan kondusif, dua aparat penegak hukum tersebut kembali menggalakkan kegiatan sholat subuh berjamaah.

“Dampaknya sangat luar biasa. Jika kita mengetahui pahala yang diberikan, maka semua manusia pasti akan berlomba-lomba untuk mengerjakan sholat subuh berjamaah,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar saat memberikan sambutan di depan jamaah.

Tofik mengatakan, bagi umat islam yang taat, mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Tanpa dikomando pun mereka sudah melaksanakannya dengan ikhlas dan gembira. Sebab, mereka sudah merasakan langsung dampak positif bagi kehidupannya.

“Mereka sudah merasakannya, badan menjadi sehat, rezeki lancar, memiliki semangat sejak pagi hingga malam, dan seterusnya,” terangnya.

Tofik melanjutkan, namun melihat kondisi tanah air yang akhir-akhir sering terjadi bencana alam dan maraknya kejadian kriminal, pihaknya bersama Kodim 0807 serta instansi terkait kembali menggalakkan sholat Subuh berjamaah. Tujuannya agar negeri ini khususnya Tulungagung menjadi kota yang aman, tentram, kondusif dan dijauhkan dari bencana.

Menurutnya, suatu negeri, kota, atau daerah, apabila solat subuh berjamaah hidup, maka akan muncul ketentraman. Otomatis kemurkaan Allah SWT akan menghilang.

“Kalau tidak diri kita yang melakukan, lalu siapa lagi ? Kalau tidak dilakukan sekarang, lalu kapan lagi ?,” tanyanya kepada para jamaah yang didominasi anggota TNI/Polri.

Dalam kesempatan tersebut lanjut Tofik, pihaknya mengingatkan kepada semua anggotanya untuk mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan. Sebab, selama seseorang tidak memiliki rasa syukur, orang tersebut tidak bisa disebut bertakwa meski hidup selama seribu tahun.

“Mari kita semua intropeksi diri, semoga di awal tahun mendatang kita menjadi pribadi yang lebih baik,” tukasnya.

Senada dengan itu, dai asal Jombang Habib Muhammad Asegaf mengatakan agar Tulungagung meniru Negara Turki saat ini. Menurutnya dibawah kepemimpinan Erdogan, negara Turki berhasil keluar dari krisis dan telah berkembang cukup pesat. Adapaun salah satu faktor penyebabnya yakni Erdogan kembali menggalakkan sholat Subuh berjamaah.

“Menjelang subuh masjid-masjid di Turki sudah ramai. Baik pemuda, orang tua, dan anak-anak hendak mengerjakan sholat Subuh berjamaah,” terangnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Habib tersebut menghimbau agar umat islam meneladani dan terus membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Sebab, hanya beliaulah yang bisa memberikan pertolongan (syafaat) disaat hari kiamat kelak.

“Beliau menyayangi kita melebihi orang tua kita sendiri,” terangnya.

Bahkan atas pengorbanan Nabi Muhammad lanjut Habib, Beliau bisa meyakinkan Allah SWT bahwa surga haram dimasuki siapapun sebelum dimasuki umat Nabi Muhammad SAW.

“Cara mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW itu mudah, kerjakanlah yang diperintahkan, dan tinggalkanlah yang dilarang, itu saja,” imbuhnya.

Reporter  Yoppy Sandra Wijaya

Editor Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date