Serapan APBD Kota Madiun Baru 17,11 Persen

Madiun, koranmemo.comPenyerapan anggaran di Kota Madiun pada triwulan II baru sekitar 17,11 persen atau sekitar Rp 208 miliar dari total APBD 2019.Wali Kota Madiun Maidi membenarkan, jika sampai dengan saat ini realisasi belanja belum mendekati angka 40 persen.

Seharusnya menurut wali kota, memasuki bulan Mei realisasi belanja sudah hampir menyentuh digit tersebut. Meski begitu,Maidi tidak begitu khawatir dengan capaian daya serap anggaran tersebut.

Sebab, menurutnya, jika proyek fisik mulai berjalan, dipastikan peyerapannya akan lebih maksimal. Apalagi saat ini proyek fisik sudah mulai merambah ke tahap pelelangan.

“Progres masih on the track. Penyerapan yang paling banyak di fisik. Saat ini lelang sudah berjalan. Insyaallah kalau pelelangan ini sudah berjalan akan cepat (penyerapannya,red),” ujarnya.

Agar daya serap sesuai dengan perencanaan, mantan Sekda Kota Madiun ini juga telah menyiapkan peranti canggih di ruang kerjanya. Perangkat itu, dapat memantau progres pekerjaan dimasing-masing OPD.

 Jika terjadi permasalahan, maka wali kota langsung dapat mengetahui dan kemudian bersama-sama mencari solusi atas masalah penyerapan.

“Masing-masing (OPD,red) akan saya cek. Jika ada kesulitan akan kita bicarakan bersama, sehingga sampai akhir tahun tidak ada permasalahan penyerapan anggaran,” tuturnya.

Sampai dengan saat ini, selain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR), terdapat sejumlah OPD yang memiliki program pekerjaan proyek fisik, namun realisasinya rendah. Seperti, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dan RSUD Kota Madiun.

“Permukiman (Disperkim,red), sama rumah sakit (RSUD). Juni nanti akan kita lihat. Yang penting hasil akhirnya nanti OPD itu minim temuan BPK, dan serapan anggaran bagus. Akhir tahun akan kita lihat rapornya nanti,” tandasnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date