Serangan Hama Wereng Meluas

Jombang, koranmemo.com – Serangan hama wereng di Kabupaten Jombang semakin meluas. Jika sebelumnya hama wereng menyerang Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, hingga Mojowarno, kini serangan juga melanda lahan padi petani Kecamatan Kesamben. Puluhan hektare sawah di Desa Jombatan dan Carangrejo, serta Kedungbetik terancam gagal panen.

Iksan (41), salah satu petani mengatakan, serangan hama wereng begitu cepat. Semula hanya menyerang di beberapa petak sawah milik petani. Kini meluas hingga lebih dari 40 hektare sawah. ’’Bisa saja lebih, karena menyerangnya sangat cepat,’’ kata Iksan.

Masih menurut Iksan, rata-rata hama wereng menyerang tanaman padi ketika sudah berumur sekitar 75 hari. Padi yang saat itu tinggal menunggu waktu panen justru bulirnya berubah mengering. ’’Menghisap sari pati yang ada di batang, kemudian batang dan bulir padi mengering,’’ tuturnya.

Penyebaran hama wereng cukup ganas. Dari luasan sekitar 1 hektare tanaman padi, sekitar 30 persen diantaranya sudah mulai mengering. Hasil panen tahun ini dipastikan menurun. Lebih dari itu, jika tidak segera ditanggulangi, petani terancam gagal panen. ’’Mau tidak mau harus dilakukan penyemperotan. Jika tidak, maka dampaknya akan semakin luas,’’ beber Iksan.

Kasiyanto (37) petani lainnya menambahkan, hingga saat ini belum ada tindakan dari dinas terkait. Para petani hanya dapat melakukan pengendalian saja. Bahkan, petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang ada di desa setempat belum pernah melakukan pantauan ataupun sosialisasi. “Jadi sementara yang dilakukan petani hanya pengendalian bukan pencegahan maupun membasmi,’’ papar Kasiyanto.

Kasiyanto menilai, jika tak ada tindakan dari dinas terkait dalam waktu dekat, dikhawatirkan penyebaran hama semakin meluas. “Kalau normal biasanya per-hektare dapat 7 ton atau sekitar Rp 28 juta. Tapi, kalau sudah kena hama, mungkin separoh kerugian sekitar Rp 15 juta. Kalau gagal panen, bisa saja minus,”pungkasnya.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut pada bulan Juli, Agustus dan September 2016 ini terjadi La Nina dengan intensitas rendah hingga sedang. Kabupaten Jombang menjadi salah satu kawasan yang mengalami fenomena alam tersebut. Fenomena alam ini menciptakan kondisi panas namun diselingi hujan. Hal ini menyebabkan munculnya hama wereng. Hama tersebut lantas menyerang tanaman padi para petani. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date